MEJA Siapkan Rp 1,6 Triliun untuk Rebut 45% Saham Tambang Batu Bara di Banyuasin

- Senin, 05 Januari 2026 | 20:00 WIB
MEJA Siapkan Rp 1,6 Triliun untuk Rebut 45% Saham Tambang Batu Bara di Banyuasin

Begitu penegasannya dalam surat resmi ke BEI yang dikeluarkan Senin lalu, 5 Januari 2026. Pernyataan ini jelas ingin menghapus keraguan tentang adanya hubungan istimewa di balik transaksi ini.

Lalu, siapa sebenarnya pemilik TCP? Ritchie menjelaskan bahwa perusahaan ini dikuasai oleh keluarga Wirjoatmodjo. Kepemilikannya dipegang oleh Subagio Wirjoatmodjo (98,33%) dan Sukaraharjo Wirjoatmodjo (1,67%).

Aset utama TCP tentu saja izin tambangnya. Perusahaan ini memegang IUP seluas 11.640 hektare yang masih berlaku hingga November 2033. Menariknya, lokasi tambang ini satu kabupaten dengan perusahaan milik Subagio lainnya, PT Trimata Benua, yang mengelola areal 4.349 hektare. Sebuah konsentrasi kepemilikan yang patut dicatat.

Di sisi lain, bagaimana MEJA membiayai akuisisi sebesar ini? Rupanya, kondisi kas mereka tidak cukup gemuk. Hingga akhir September 2025, kas dan setara kas mereka cuma Rp 31,56 miliar, dengan total aset sekitar Rp 107 miliar. Jadi, skemanya akan menggunakan mekanisme share swap yang dilakukan bertahap, didukung oleh pelaksanaan rights issue. Cara yang cukup umum untuk transaksi bernilai fantastis.

Semua mata kini tertuju pada hasil due diligence dalam beberapa minggu ke depan. Apakah rencana ambisius ini akan terwujud?


Halaman:

Komentar