Tahun 2026 buat pasar saham Indonesia ternyata diawali dengan sinyal positif. IHSG, barometer utama bursa kita, menguat di perdagangan perdana. Ini bikin banyak analis optimis, reli bisa berlanjut sepanjang tahun. Bahkan, ada proyeksi yang bilang indeks berpeluang tembus 10.500. Cukup ambisius, ya?
Fakta di lapangan memang mendukung. Di pembukaan Jumat (2/1) lalu, IHSG langsung naik 0,43 persen ke level 8.684. Sepanjang hari, sentimen beli masih dominan. Terbukti, saat bel tanda tutup bursa berbunyi, indeks ditutup lebih tinggi lagi dengan kenaikan 1,17 persen ke posisi 8.748. Dari data RTI, saham yang menguat jauh lebih banyak ketimbang yang melemah: 350 berbanding 104. Sisanya, 228 saham, cuma diam di tempat.
Nafan Aji Gusta, analis senior dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, termasuk yang cukup bullish. Dia punya angka spesifik untuk tahun ini.
"Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG pada 2026 berada pada 10.500," ucap Nafan, Minggu (4/1).
Menurutnya, beberapa sektor punya potensi bagus buat bersinar. Dia menyebut perbankan, energi, dan telekomunikasi. Tidak cuma itu, dia juga merinci sejumlah kode saham yang patut diawasi, seperti ADRO, BBCA, BBRI, BMRI, hingga UNVR dan WIFI.
Namun begitu, penguatan di awal tahun ini tentu ada penyebabnya. Desmond Wira, seorang pengamat pasar modal, punya pandangan lain. Menurut dia, faktor teknikal dan sentimen musiman berperan besar. Aksi window dressing dari para pelaku pasar masih terasa pengaruhnya di perdagangan perdana tahun baru.
Artikel Terkait
Analis Ingatkan: IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Tapi Waspadai Koreksi
Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta Akan Dibongkar Pekan Ketiga Januari
Dua Petinggi TAYS Serahkan Surat Mundur, Saham Justru Meroket
Pintu Saudi Terbuka: Properti Kerajaan Jadi Buruan Investor Global