Kalau lihat kode saham DFAM di papan Bursa, mungkin banyak yang langsung tanya: perusahaan ini sebenarnya bergerak di bidang apa, sih? Ternyata, PT Dafam Property Indonesia Tbk ini emiten yang fokusnya cukup beragam. Mereka main di tiga lini utama: pengembangan properti, pengelolaan gedung, dan yang paling dikenal, perhotelan.
Nama Dafam sendiri bagi sebagian orang identik dengan jaringan hotelnya. Itu bener banget. Perusahaan yang mulai beroperasi sejak 2010 ini awalnya cuma mengelola dua hotel: Marlin di Pekalongan dan Dafam di Semarang. Tapi, bisnis mereka berkembang cukup cepat. Cuma setahun setelahnya, mereka sudah bikin anak usaha khusus, PT Dafam Hotel Management, buat ngurusin segalanya yang berhubungan dengan hotel.
Strategi ekspansinya menarik. Mereka sering mengakuisisi hotel yang sudah ada, lalu melakukan rebranding. Ambil contoh Hotel Grand Cilacap yang mereka beli dan kemudian dibuka lagi dengan brand Dafam. Pola serupa terus diulang di tahun-tahun berikutnya. Kini, jaringan operasional mereka udah luas banget, nggak cuma punya hotel sendiri. Mereka juga mengelola villa dan resort di Bali, plus hotel-hotel di berbagai kota seperti Sulawesi, Jawa Timur, hingga Jakarta.
Nah, di sisi lain, jangan dikira Dafam cuma jago ngelola kamar hotel. Mereka juga punya bisnis properti yang solid. Perusahaan ini aktif membangun kompleks permukiman, atau landed house, di beberapa wilayah seperti Pekalongan, Semarang, dan Batang. Belum lagi urusan mengelola gedung perkantoran. Jadi, portofolio usahanya memang cukup lengkap.
Lalu, siapa yang pegang kendali saham perusahaan ini?
DFAM baru melantai di Bursa pada 2018 lalu. Kala itu, mereka melepas 400 juta saham dengan harga Rp115 per lembar. Hasilnya? Dana segar Rp46 miliar masuk ke kas perusahaan.
Artikel Terkait
Gejolak Global Tak Kuasa Dongkrak Harga Minyak yang Terpuruk
Banjir Sumut Rugikan Koperasi Rp 37,72 Miliar, Kemenkop Siapkan Restrukturisasi
Operasi AS Guncang Caracas, Maduro Ditangkap dan Dideportasi
DSSA Melonjak 170%, GEMS Anjlok: Kisah Dua Wajah Saham Sinar Mas di 2025