Kalau kita lihat pergerakannya sepanjang tahun 2025, IHSG benar-benar menunjukkan performa yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, indeks saham andalan Indonesia itu memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high sebanyak dua puluh empat kali. Angka yang fantastis, bukan?
Puncaknya terjadi di awal Desember. Iman Rachman, Direktur Utama BEI, dalam konferensi pers penutupan perdagangan di Jakarta (30/12), membeberkan detailnya dengan nada yang cukup optimis.
"All Time High kita tercapai di 8 Desember dengan nilai 8.711. Market cap kita tembus Rp16.000 triliun. Berapa kali all time high selama setahun ini? 24 kali,"
Ucap Iman. Level 8.710,69 itu bukan sekadar angka; ia berhasil mendorong kapitalisasi pasar melampaui sebuah tonggak psikologis yang sangat penting.
Nah, yang menarik, capaian 24 kali ATH ini ternyata melampaui catatan periode-periode sebelumnya. Kalau kita amati, pergerakan IHSG di era kebijakan fiskal saat ini terlihat cukup agresif. Hingga tanggal 3 Desember saja, catatan ATH sudah mencapai 21 kali. Ternyata, di sisa tahun, masih ada tenaga untuk menambah tiga rekor lagi.
Di sisi lain, prestasi ini tentu bukan hasil kerja satu pihak. Sinergi antara OJK dan organisasi self-regulatory, ditambah kondisi makroekonomi domestik dan global yang cukup mendukung, menjadi faktor pendorong yang solid. Iklimnya relatif kondusif, dan pasar merespons dengan baik.
Statistiknya pun berbicara. Hingga akhir 2025, jumlah perusahaan tercatat di bursa sudah mencapai 956 emiten. Lebih greget lagi, total penggalangan dana di pasar modal menembus angka Rp278 triliun sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Tahun ini juga diwarnai kehadiran 26 perusahaan baru yang melantai, menghimpun dana sekitar Rp28 triliun. Tak ketinggalan, enam "lighthouse company" atau perusahaan pelopor turut bergabung, memperkaya dan memperkuat daya tarik pasar modal kita.
Lalu, bagaimana dengan partisipasi investor? Di sini ceritanya makin seru. Jumlah investor pasar modal nasional telah melampaui 20 juta. Namun begitu, yang lebih menggembirakan adalah tingginya aktivitas di dalamnya.
"Investor kita ternyata tembus 20 juta dan yang menarik adalah bahwa lebih dari 900 ribu investor kita aktif trading bulanan dan di atas 250 ribu investor trading harian,"
tutur Iman lagi. Angka-angka itu menunjukkan pasar kita tidak hanya ramai, tetapi juga hidup dan bergairah.
Secara keseluruhan, 2025 adalah tahun yang bersejarah untuk Bursa Efek Indonesia. Dari rekor IHSG yang terus dipukul, kapitalisasi yang membengkak, hingga partisipasi investor yang melonjak semuanya menggambarkan dinamika pasar modal yang sedang dalam tren naik. Sebuah penutup tahun yang cukup spektakuler.
Artikel Terkait
Analis Rekomendasikan Akumulasi Saham Undervalued Jelang Imlek 2026
Antrean Panjang di Jewellery Fair 2026 Jadi Cermin Pencarian Aset Aman
PMUI Diversifikasi ke Sektor Perhotelan dan Restoran, Target Operasional 2027
Harga Emas Antam Turun Rp14.000 per Gram di Awal Pekan