Hingga detik-detik akhir tahun 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) masih terus mendorong aktivasi akun Coretax. Targetnya memang besar, sekitar 14 hingga 15 juta akun. Nah, per hitungan terakhir tanggal 29 Desember sore, angka yang tercapai sudah mendekati 10 juta, tepatnya 9,87 juta akun.
Rosmauli, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, membeberkan rinciannya di Kantor Kementerian Keuangan, Senin lalu.
“Data 29 Desember 2025 jam 15:58 WIB, Aktivasi Akun 9,87 Juta. Ini terdiri dari WP Badan 801.117, Instansi Pemerintah 88.072, PMSE 221, dan WP OP 8.982.299. Target kita 14-15 juta aktivasi,” jelasnya.
Dari angka itu, terlihat jelas Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) mendominasi. Jumlahnya hampir menyentuh 9 juta, menjadi penyumbang terbesar dari total aktivasi sejauh ini.
Namun begitu, masih ada pekerjaan rumah yang cukup berat. Untuk mengejar selisih sekitar 5 juta aktivasi dalam waktu singkat, DJP tak tinggal diam. Strategi mereka kini difokuskan pada optimalisasi peran pemberi kerja. Intinya, perusahaan-perusahaan didorong agar mengingatkan pegawainya untuk segera mengaktifkan akun Coretax masing-masing.
Di sisi lain, dukungan regulasi juga digenjot. Baru-baru ini, terbit Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 7 Tahun 2025. Isinya mewajibkan Aparatur Sipil Negara, baik PNS maupun PPPK, untuk mengaktifkan akun Coretax paling lambat tanggal 31 Desember 2025. Langkah ini diharapkan bisa memberi dorongan signifikan.
Jangkauan sosialisasi pun diperluas. Tak cuma ke sektor formal dan ASN, DJP juga merangkul berbagai asosiasi bisnis dan profesi. Tujuannya satu: meningkatkan kesadaran dan partisipasi. Dengan begitu, implementasi sistem administrasi perpajakan yang terintegrasi ini bisa berjalan lebih kuat.
Waktunya memang mepet, tinggal hitungan hari. Tapi optimisme masih ada. DJP yakin, dengan dorongan masif dari berbagai pihak pemberi kerja, instansi, hingga asosiasi laju aktivasi masih bisa dikebut hingga detik terakhir tahun ini.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Menguat, Investor Fokus ke Data Inflasi Kunci
PTPP Rampungkan Pembangunan Kampus UIN Malang Tahap II Senilai Rp674,66 Miliar
Nagita Slavina Berpotensi Jadi Pengendali Baru Emiten VISI
Rupiah Melemah ke Rp16.828 Didorong Tekanan Fiskal dan Data AS