Rel China Melaju Kencang, Pecahkan Rekor Dunia dengan 50.000 Kilometer Rel

- Minggu, 28 Desember 2025 | 10:48 WIB
Rel China Melaju Kencang, Pecahkan Rekor Dunia dengan 50.000 Kilometer Rel

Jaringan kereta cepat China baru saja memecahkan rekor dunia. Kali ini, mereka mencatatkan jarak operasional terpanjang di planet ini totalnya melampaui 50.000 kilometer. Angka itu sungguh luar biasa, kira-kira seperlima lebih panjang dari keliling bumi.

Menurut laporan AFP News, pembukaan jalur-jalur baru terus memperkuat posisi China sebagai pemilik jaringan rel terbesar. Mereka tak cuma membangun, tapi juga memperluas jangkauan dengan kecepatan yang sulit dibayangkan.

Salah satu rute terbaru itu menghubungkan Xi’an, kota yang terkenal dengan Prajurit Terakota, dengan Yan’an di utara. Keduanya berada di Provinsi Shaanxi. Perjalanan sepanjang 299 kilometer itu kini bisa ditempuh dalam waktu singkat, hanya 68 menit untuk yang tercepat.

China Railway, perusahaan kereta api milik negara, mengungkapkan bahwa jaringan mereka telah berkembang pesat. Dibandingkan tahun 2020, pertambahannya mencapai sekitar 32 persen. Artinya, ekspansi ini berlangsung sangat masif.

Namun begitu, di balik kemajuan itu ada cerita lain. Saat pembangunan dimulai pada 2020, pemerintah daerah setempat harus melakukan penggusuran sejumlah rumah. Warga yang terdampak disebutkan akan mendapat kompensasi relokasi sebesar 5.000 yuan per rumah tangga, atau setara dengan sekitar 700 dolar AS.

Dari sisi teknologi, kereta cepat China juga menunjukkan taringnya. Kereta C9309 di rute Xi’an–Yan’an disebut melaju lebih kencang dari Shinkansen Jepang yang terkenal itu. Jika Shinkansen maksimal 320 km per jam, kereta China ini melampauinya.

Di sisi lain, ambisi China tidak berhenti di dalam negeri. Melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative), mereka membiayai pembangunan jalur kereta di berbagai negara Asia. Program pendanaan infrastruktur global ini memang mengesankan, meski tak lepas dari masalah. Beberapa proyeknya mengalami penundaan atau justru memicu kontroversi di negara penerima.

Jadi, sementara kereta-kereta itu melesat di atas rel baru, cerita di baliknya tetap kompleks. Ada kebanggaan atas prestasi teknologi, tapi juga ada dampak sosial dan geopolitik yang mengikutinya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar