IHSG Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Sentuh Angka 8.776

- Kamis, 11 Desember 2025 | 09:55 WIB
IHSG Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Sentuh Angka 8.776

Pasar saham Indonesia kembali catat sejarah pagi ini. IHSG dibuka langsung di level 8.764, sebuah rekor baru sepanjang masa. Suasana di ruang perdagangan pasti cukup bergelora melihat angka itu terpampang.

Tak cuma itu, dalam pergerakannya, indeks bahkan sempat menyentuh puncak intraday di 8.776. Mayoritas saham bergerak hijau, dengan 266 emiten naik, mengalahkan 214 saham yang melemah. Sementara itu, 201 saham lainnya cenderung datar saja pergerakannya.

Transaksi berlangsung cukup sibuk. Volume perdagangan mencapai 6,57 miliar saham dengan nilai beli-jual Rp3,30 triliun. Semua itu terjadi dalam 340 ribu kali transaksi angka yang tak bisa dibilang kecil.

Pergerakan sektor pun beragam. Di sisi lain, sektor infrastruktur jadi primadona dengan kenaikan fantastis 4,44%. Sektor energi juga ikut mendorong, naik 1,13%. Beberapa sektor lain seperti keuangan, industri, dan bahan baku juga memberi kontribusi positif dengan kenaikan masing-masing.

Namun begitu, tidak semua sektor beruntung. Teknologi, kesehatan, transportasi, dan properti justru tercatat merah, meski pelemahannya relatif terbatas. Sektor transportasi jadi yang tertekan paling dalam, turun 0,54 persen.

Nah, soal saham individu, ada beberapa nama yang melesat tajam. PBSA (Paramita Bangun Sarana) memimpin dengan kenaikan hampir 19%, disusul CTTH (Citatah) dan MORA (Mora Telematika) yang juga naik di atas 17%. Pergerakan mereka cukup menarik perhatian.

Di daftar yang berseberangan, saham-saham seperti HOPE (Harapan Duta Pertiwi) dan TRIN (Perintis Triniti Properti) mengalami tekanan jual yang cukup keras, terkoreksi lebih dari 14%. PADI (Minna Padi Investama Sekuritas) juga ikut terpuruk, melorot 13,74%.

Pasar memang punya dua sisi: ada yang bersorak, ada yang perlu menahan napas. Rekor baru IHSG hari ini memberi warna cerah, meski di baliknya tetap ada dinamika naik-turun yang wajar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar