Transaksi QR Indonesia-Malaysia Paling Ramai di ASEAN, Tembus Rp 775 Miliar

- Jumat, 05 Desember 2025 | 03:06 WIB
Transaksi QR Indonesia-Malaysia Paling Ramai di ASEAN, Tembus Rp 775 Miliar

Laporan terbaru dari Bank Indonesia menunjukkan geliat transaksi QR lintas negara yang cukup menggembirakan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, transaksi dari Malaysia ke Indonesia lewat QRIS mencatat angka yang fantastis: lebih dari 3,4 juta kali dengan nilai hampir menyentuh Rp 775 miliar. Angka yang tak main-main.

Di sisi lain, arus sebaliknya dari Indonesia ke Malaysia tercatat sekitar 516 ribu transaksi. Nilainya sekitar Rp 178 miliar.

Menariknya, rupanya hubungan pembayaran digital antara Indonesia dan Malaysia ini adalah yang paling sibuk di kawasan ASEAN. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Perwakilan BI di Singapura, Widi Agustindi, dalam sebuah kesempatan di Penang, Malaysia.

"Transaksi QRIS cross border Indonesia-Malaysia menjadi yang paling tinggi di antara negara ASEAN lainnya," ujarnya.

Bagi yang belum familier, QRIS antarnegara ini pada dasarnya adalah sistem bayar pakai QR code yang bisa dipakai lintas batas. Jadi, turis tak perlu lagi repot menukar uang tunai atau pakai kartu kredit asing untuk transaksi kecil-kecilan.

Untuk saat ini, sistem QR Indonesia sudah nyambung dengan beberapa negara. Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang sudah terintegrasi. Dan rencananya, koneksi ini akan makin meluas. Korea Selatan, Uni Emirat Arab, hingga India konon sudah dalam tahap penandatanganan nota kesepahaman. Prosesnya berjalan.

Cara kerjanya sederhana. Begitu dua negara terhubung, wisatawan tinggal pindai kode QR di gerai tujuan menggunakan aplikasi dompet digital atau mobile banking dari negaranya sendiri. Ambil contoh integrasi dengan Malaysia yang sudah berjalan sejak 2023. Warga Malaysia yang lagi jalan-jalan di Bali bisa bayar pedagang lokal pakai QRIS, cukup lewat aplikasi DuitNow di ponselnya. Begitu pula sebaliknya, orang Indonesia di Kuala Lumpur bisa bayar pakai aplikasi lokal.

Namun begitu, menurut Widi, tantangannya sekarang ada di sosialisasi. Kesadaran para wisatawan dari negara-negara mitra itu masih perlu ditingkatkan.

"Mungkin ke depan yang perlu kita perkuat adalah bagaimana wisatawan asal negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand semakin paham bahwa mereka bisa menggunakan QR cross border dengan rekening banknya, untuk melakukan pembayaran di Indonesia," jelas Widi.

Tak cuma itu. Perluasan jaringan merchant atau gerai yang menerima pembayaran QR lintas negara di dalam negeri juga jadi pekerjaan rumah. Jika kedua hal ini berjalan, potensinya besar.

Widi meyakini, kemudahan bertransaksi ini bisa jadi game changer bagi pariwisata nasional. Bayangkan, transaksi yang cepat, mudah, dan murah pasti akan menambah daya tarik Indonesia di mata turis mancanegara. Tinggal eksekusinya saja yang harus diperkuat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar