Pasar saham Indonesia masih belum bisa keluar dari bayang-bayang pekat. Pada sesi pertama Jumat (21/11/2025), IHSG kembali berakhir di zona merah dengan penurunan 0,24 persen atau 20,57 poin, mengukir level 8.399.
Transaksi berlangsung cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 20,59 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,53 triliun. Tak kurang dari 1,14 juta kali transaksi tercatat terjadi di sepanjang sesi pagi itu.
Suasana hati investor jelas terbelah. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 336 tercatat melemah, sementara 264 lainnya justru menguat. Sisanya, sebanyak 205 saham, harganya stagnan tanpa perubahan berarti.
Tekanan jual ternyata cukup luas. Mayoritas sektor mengalami koreksi, termasuk energi, infrastruktur, kesehatan, hingga keuangan. Namun begitu, ada beberapa sektor yang mampu melawan arus. Teknologi menjadi penyelamat dengan lonjakan 2,32 persen, diikuti properti yang naik 1,03 persen dan sektor siklikal dengan kenaikan 0,47 persen.
Artikel Terkait
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi
Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Melonjak Lebih Signifikan
IHSG Melonjak 6%, Namun 10 Saham Ini Anjlok Lebih dari 10%
IHSG Melonjak 6,14%, Saham TRUK Pacu Kenaikan 106%