IHSG Tersungkur ke Zona Merah, Sektor Teknologi Jadi Penyelamat

- Jumat, 21 November 2025 | 12:20 WIB
IHSG Tersungkur ke Zona Merah, Sektor Teknologi Jadi Penyelamat

Pasar saham Indonesia masih belum bisa keluar dari bayang-bayang pekat. Pada sesi pertama Jumat (21/11/2025), IHSG kembali berakhir di zona merah dengan penurunan 0,24 persen atau 20,57 poin, mengukir level 8.399.

Transaksi berlangsung cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 20,59 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,53 triliun. Tak kurang dari 1,14 juta kali transaksi tercatat terjadi di sepanjang sesi pagi itu.

Suasana hati investor jelas terbelah. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 336 tercatat melemah, sementara 264 lainnya justru menguat. Sisanya, sebanyak 205 saham, harganya stagnan tanpa perubahan berarti.

Tekanan jual ternyata cukup luas. Mayoritas sektor mengalami koreksi, termasuk energi, infrastruktur, kesehatan, hingga keuangan. Namun begitu, ada beberapa sektor yang mampu melawan arus. Teknologi menjadi penyelamat dengan lonjakan 2,32 persen, diikuti properti yang naik 1,03 persen dan sektor siklikal dengan kenaikan 0,47 persen.

Di tengah pekatnya pasar, beberapa saham justru menunjukkan performa gemilang. PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melesat 21,31 persen ke level Rp740. Tak kalah dahsyat, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) meroket 21,28 persen ke Rp228. PT Royalino Investa Wijaya Tbk (INDO) juga tak mau ketinggalan dengan kenaikan 20,66 persen ke Rp292.

Tapi tentu, ada yang berjaya ada pula yang terpuruk. PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) harus merasakan pahitnya penurunan 5,73 persen ke Rp148. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) ikut terseret, turun 5,62 persen ke Rp5.875. Sementara PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (AEGS) menyusut 4,94 persen ke Rp77.

Laporan: Dhera Arizona

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar