Kondisi ekonomi global memang lagi nggak pasti banget. Inflasi dan gejolak pasar bikin banyak orang waswas, terutama yang mau investasi buat jaga kekayaan. Di tengah situasi kayak gini, strategi pengelolaan aset yang cerdas dan sesuai profil risiko jadi kian penting.
Nah, CIMB Niaga bakal ngadain lagi signature event mereka, Wealth Xpo 2025. Acaranya digelar di Surabaya tanggal 20 November 2025, terus di Jakarta pada 4 Desember 2025. Tema yang diusung "Tambah Wawasan, Tumbuhkan Kekayaan". Mereka pengen bikin acara yang inspiratif, tempat nasabah dan masyarakat bisa belajar langsung dari para pakar, sekaligus dapet pengalaman perbankan yang seru dan bernilai.
Noviady Wahyudi, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga, bilang Wealth Xpo ini bagian dari komitmen bank untuk mendukung nasabah dan masyarakat meraih mimpi finansial. "Kami paham betul banyak yang khawatir sama kondisi ekonomi sekarang, bingung milih investasi yang tepat," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/11). Lewat acara ini, mereka mau kasih edukasi, solusi, dan inspirasi supaya masyarakat siap hadapi berbagai skenario ekonomi dengan strategi yang terencana.
Acara ini juga jadi ajang buat nasabah memahami pengelolaan kekayaan secara holistic. Mulai dari perencanaan investasi termasuk properti dan emas perlindungan aset, sampai warisan finansial keluarga. Yang menarik, mereka percaya bahwa urusan keuangan bisa dikelola dengan cara yang inspiratif dan menyenangkan.
Wealth Xpo 2025 nanti bakal ngadirin sederet pembicara top. Ada Aviliani (ekonom senior), Sarman Simanjorang dari KADIN, Grace Tahir (Direktur Mayapada Hospital), Leonard Hartono (Founder The Overpost), Lilis Setiadi (CEO Batavia Prosperindo), Raymond Chin (Founder Sevenpreneur), plus Brandon dan Ferry Salim.
Mereka bakal ngisi tiga sesi utama. Pertama, "Next Gen, Next Game Changer" yang khusus bagi generasi pewaris perusahaan. Kedua, "Legacy in Motion" yang ngasih insight soal cara mewariskan nilai dan bisnis dengan bijak. Ketiga, roundtable bertajuk "Thriving Through Economic Transitions" yang bakal bahas strategi bertahan dan berkembang di era perubahan. Buat hiburan, ada Yuni Shara di Surabaya dan Krisdayanti di Jakarta.
Selain talkshow, peserta juga bisa ikut kelas-kelas praktis. Topiknya beragam banget, dari mindset, strategi investasi properti, valas, sampai bisnis bermodal Rp100 juta. Yang ngajar pun para praktisi seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Devy Anastasia, Andrew Susanto, David Noah, dan Leonard Hartono. Peserta bisa daftar maksimal dua kelas lewat pre-sale tiket tanggal 4-23 November 2025 di website CIMB Niaga.
Buatan seru, ada banyak benefit eksklusif. Khusus di Jakarta, nasabah berkesempatan ikut undian emas total 70 gram. Caranya dengan beli produk, tukar Poin Xtra, atau selesaikan misi di program Wealth Race. Nasabah juga bisa tukar 700.000 Poin Xtra jadi travel miles favorit seperti Asia Miles atau GarudaMiles. Habis itu, bisa spin Wheel of Fortune buat dapet Bonus Miles sampai 70.000.
Penukaran Poin Xtra jadi miles sekarang lebih gampang, bisa lewat OCTO. Ini bukti bahwa platform digital mereka udah mumpuni buat dukung gaya hidup nasabah, termasuk urusan reward perjalanan.
Di luar acara ini, CIMB Niaga terus dorong nasabah buat manfaatkan layanan digital. Lewat OCTO, nasabah bisa investasi dan kelola portofolio dengan mudah. Tapi buat yang butuh pendampingan, Relationship Manager tetap siap bantu. "Kombinasi teknologi dan pendampingan manusia jadi kekuatan utama kami," tutup Noviady.
Wealth Xpo 2025 didukung sejumlah mitra terkemuka seperti Sun Life, Sompo, Trimegah Asset Management, Manulife, Principal, Batavia Prosperindo, Mandiri Investasi, dan Sinar Mas Land. Ada juga merchant partners seperti Boost, Chatime, Häagen-Dazs, Cinema XXI, dan P.S.I. Coffee & Spiku yang bakal kasih pengalaman seru buat pengunjung.
Artikel Terkait
Kadin Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Pick-up dari India
Harga Emas Melonjak Didorong Perlambatan Ekonomi AS dan Ketidakpastian Kebijakan Trump
OJK Denda Influencer Saham Rp5,35 Miliar, Praktik Goreng Saham Berevolusi
BEI Bakal Evaluasi Kebijakan Full Call Auction di Kuartal II