Bursa Asia Melemah, Pasar Fokus pada Data AS dan Pertemuan Penting BOJ
Pasar saham Asia mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, terdorong oleh kehati-hatian investor yang menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tertunda serta mengkaji ulang ekspektasi suku bunga The Fed. Pelemahan luas terjadi di berbagai indeks regional seiring dengan meningkatnya ketidakpastian.
Data Ekonomi AS dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Pelaku pasar secara khusus menantikan laporan tenaga kerja non-pertarian AS untuk September, yang dijadwalkan terbit pada Kamis. Data ini dinilai krusial untuk mengukur kesehatan ekonomi terbesar di dunia itu. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak turun tipis, mencerminkan suasana hati pasar yang waspada.
Menariknya, sentimen pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Desember telah melemah. Probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin kini diperkirakan sekitar 40%, turun signifikan dari level di atas 60% di awal bulan. Hal ini menunjukkan pergeseran ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter AS.
Fokus Regional: Pertemuan Perdana PM Jepang dengan Gubernur BOJ
Di kawasan Asia, perhatian utama tertuju pada pertemuan antara Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, dengan Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda. Pertemuan ini merupakan diskusi perdana mereka sejak Takaichi menjabat.
Pertemuan ini dinilai sangat penting karena Perdana Menteri Takaichi dikenal mendukung kebijakan moneter dan fiskal yang longgar. Di sisi lain, Gubernur BOJ Kazuo Ueda sebelumnya telah memberi sinyal tentang kemungkinan kenaikan suku bunga. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, juga menegaskan preferensi agar suku bunga tetap rendah hingga inflasi mencapai target 2% secara berkelanjutan. Ketegangan kebijakan ini menciptakan ketidakpastian bagi investor.
Artikel Terkait
Samsung Kembali! Sambutan Hangat Pelanggan untuk HBM4 Jadi Modal Tempur di Era AI
VICI: Dari Sabun hingga Saham, Kisah Produsen Herborist yang Merambah Pasar Global
Operasi Tambang Vale Terhenti, Tunggu Izin ESDM untuk RKAB 2026
BUVA Meledak 2.718%, Saham Happy Hapsoro Borong Panggung Bursa 2025