PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) kembali mengamankan kontrak baru. Kali ini, proyeknya datang dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk membangun Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) di Universitas Udayana, Bali. Sebuah pekerjaan yang cukup kompleks.
Sebagai kontraktor pelaksana, tanggung jawab WSBP terbilang menyeluruh. Mereka akan menangani semuanya, mulai dari tahap persiapan, galian, struktur, arsitektur, hingga bagian MEP Mechanical, Electrical, and Plumbing. Bagian MEP ini sendiri merupakan komponen vital dalam sebuah gedung laboratorium modern.
Kontrak kerja tersebut resmi ditandatangani pada Jumat, 20 Februari 2026 lalu. Lokasi penandatanganannya bertempat di Gedung Rektorat Universitas Udayana.
Menurut Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, perusahaan berkomitmen penuh pada proyek ini.
"Kami selaku penyedia jasa konstruksi berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dijalankan tepat waktu dan sesuai standar mutu," ujarnya dalam keterangan tertulis di hari berikutnya, Sabtu (21/2).
"Harapannya, hasilnya nanti adalah bangunan berkualitas yang bisa mendukung sarana dan prasarana pendidikan secara optimal," lanjut Fandy.
Di sisi lain, proyek ini bukan sekadar urusan konstruksi biasa. Ada harapan besar yang disematkan. Fandy menambahkan, pembangunan L-SSIT ini diharapkan bisa mendukung penguatan riset dan pengembangan teknologi di lingkungan kampus Udayana, khususnya untuk bidang teknologi terintegrasi. Dia meyakini, fasilitas laboratorium yang representatif adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong inovasi.
Sebenarnya, bagi WSBP, proyek di sektor pendidikan bukanlah hal yang baru. Portofolio mereka sudah mencakup beberapa pekerjaan serupa. Sebut saja pembangunan Mess Kadet & Laboratorium Universitas Pertahanan di Sentul, proyek UNIPI PERSIS di Bandung, dan pembangunan Politeknik Negeri Madura (POLTERA) yang masih berlangsung hingga kini.
"Proyek ini menjadi capaian penting," kata Fandy menegaskan.
"Ini memperkuat posisi WSBP sebagai penyedia jasa konstruksi yang dipercaya untuk menangani proyek-proyek di sektor Pendidikan," imbuhnya.
Terlepas dari proyek baru ini, komitmen perusahaan tetap sama. WSBP menyatakan akan terus mengedepankan tata kelola yang baik dalam setiap pekerjaannya. Prinsipnya, semua harus berjalan efektif, efisien, dan tentu saja memenuhi standar kualitas tertinggi agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: Tiket Kereta Tembus 1,5 Juta, Okupansi Capai 40 Persen
Kebakaran Gudang Pestisida Tangerang Cemari Cisadane, Ribuan Ikan Mati
Pelatih Persija Mauricio Souza Tegaskan Pemain Baru Harus Bukti Performa, Bukan Cuma Tuntutan Suporter
Perjanjian Tarif Baru Indonesia-AS Diharapkan Dongkrak Ekspor dan Serap Tenaga Kerja