Martina Berto, yang dikenal dengan brand legendaris Sariayu Martha Tilaar, didirikan oleh Martha Tilaar pada tahun 1977. Perusahaan ini menawarkan beragam produk kosmetik untuk segmen pasar yang berbeda, mulai dari Sariayu dan Caring Colours untuk konsumen dewasa, Belia untuk remaja, hingga PAC untuk kalangan profesional. Produk andalannya meliputi bedak, blush on, eyeshadow, dan berbagai produk makeup lainnya. MBTO resmi menjadi perusahaan publik pada tahun 2011. Saat ini, saham MBTO diperdagangkan pada harga Rp183 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp194 miliar.
3. PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI)
Victoria Care Indonesia adalah produsen produk perawatan tubuh, rambut, parfum, dan kosmetik yang didirikan pada tahun 2007. Perusahaan ini mengoperasikan pabrik modern di Semarang, Jawa Tengah. Merek kosmetik andalannya, Nuface, menawarkan rangkaian lengkap produk makeup dan perawatan wajah. VICI telah menunjukkan ekspansi yang baik dengan melakukan ekspor ke beberapa negara di Asia. Emiten ini melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2020. Harga saham VICI terkini berkisar di Rp625 per saham dengan kapitalisasi pasar yang signifikan sebesar Rp4,19 triliun.
4. PT Mandom Indonesia Tbk (TCID)
Mandom Indonesia merupakan bagian dari Mandom Corporation Jepang dan telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1969. Perusahaan ini awalnya fokus pada produk perawatan rambut dan kosmetik pria sebelum akhirnya memperluas portofolionya. Merek kosmetik andalannya, PIXY, telah berkembang dari produk deodoran menjadi merek kosmetik dengan beragam produk seperti foundation, lipstik, dan pensil alis. TCID memiliki pengalaman ekspor yang panjang sejak 1990 ke negara-negara Asia Tenggara dan Jepang. Perusahaan ini telah go public sejak 1993 dan sahamnya saat ini diperdagangkan di harga Rp3.110 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,25 triliun.
Keempat emiten saham kosmetik di BEI tersebut menawarkan profil bisnis dan potensi pertumbuhan yang berbeda-beda. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, sangat disarankan untuk melakukan analisis fundamental dan teknikal yang mendalam serta mempertimbangkan kondisi pasar terkini.
Artikel Terkait
Pemerintah Bekukan Tarif Listrik Awal 2026, PLN Siap Jaga Pasokan
Menteri Purbaya Akui Coretax Rumit, Tapi Aktivasi Tembus 11 Juta Akun
Harga Tembaga dan Emas Melonjak, Pemerintah Tetapkan Patokan Baru Awal 2026
Suriah Resmi Ganti Mata Uang, Gambar Tokoh Politik Hilang dari Desain Baru