Target Medali Emas SEA Games 2025: Federasi Optimis 120, Erick Thohir Minta Realistis
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa seluruh federasi cabang olahraga (cabor) menyatakan optimisme yang tinggi untuk meraih 120 medali emas pada SEA Games 2025. Target yang diajukan oleh para federasi ini ternyata lebih tinggi dari perhitungan internal Kemenpora.
Informasi ini diperoleh Erick Thohir berdasarkan hasil evaluasi laporan dari Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Surono. Menpora menyadari adanya perbedaan signifikan antara proyeksi federasi dan perhitungan yang lebih realistis dari kementerian.
Sebelumnya, Kemenpora telah menetapkan target untuk SEA Games 2025 adalah mempertahankan pencapaian di edisi sebelumnya, yaitu SEA Games 2023. Saat itu, Indonesia berhasil menduduki peringkat ketiga dengan perolehan 87 medali emas.
Erick Thohir menyampaikan bahwa perkiraan yang lebih realistis untuk tetap masuk tiga besar di SEA Games 2025 adalah dengan mengumpulkan 82 hingga 90 medali emas. Angka inilah yang dinilainya sebagai target yang dapat dijadikan patokan.
Menpora menekankan pentingnya keterbukaan dan kejujuran dari setiap induk cabang olahraga dalam memproyeksikan target. Hal ini dianggap lebih baik daripada memberikan harapan yang terlalu tinggi kepada masyarakat.
Erick Thohir juga memberikan analisis mengenai persaingan di SEA Games 2025 nanti. Thailand, sebagai tuan rumah, diprediksi akan tampil sangat agresif dan ambisius, dengan target mengumpulkan sekitar 174 medali emas.
Dengan kondisi tersebut, posisi kedua dinilai sebagai target yang lebih realistis untuk diperjuangkan kontingen Indonesia. Menpora mengajak semua pihak untuk introspeksi dan bersiap secara bersama-sama.
Mengenai kepastian target akhir kontingen Indonesia, Erick Thohir menyatakan bahwa hal tersebut akan segera ditetapkan. Kemenpora akan melakukan rapat internal dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk Komite Olimpiade Indonesia (KOI), untuk mencapai kesepakatan yang solid.
Artikel Terkait
Pertumbuhan Energi Angin dan Surya Global Melambat, Pusat Pertumbuhan Bergeser ke Negara Berkembang
Bandara Pinang Kampai Dumai Kembali Beroperasi Setelah Direaktivasi
RMKE Mulai Buyback Saham Senilai Rp9,89 Miliar dari Program Rp200 Miliar
Stok Beras Bulog Diproyeksikan Capai 6 Juta Ton, Kapasitas Gudang Jadi Tantangan