Popularitas program ini terus meningkat, terutama di kalangan masyarakat Korea yang ingin melepas penat dari kehidupan perkotaan, serta wisatawan asing yang tertarik dengan budaya tradisional Korea. Catatan tahun 2024 menunjukkan partisipasi mencapai rekor 332.297 peserta, termasuk 49.000 wisatawan mancanegara.
Untuk mendukung minat global yang semakin berkembang, kini 31 kuil telah dilengkapi dengan staf multibahasa yang memudahkan komunikasi dengan turis asing.
Pemerintah berharap program diskon ini dapat memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman spiritual sekaligus mendongkrak sektor pariwisata regional.
"Templestay merupakan aset budaya Korea yang sangat berharga, menawarkan penyembuhan spiritual dan emosional," ujar Kim Dae-hyun. "Melalui inisiatif diskon nasional ini, program ini juga akan menggerakkan ekonomi lokal dan memperkenalkan keindahan wisata musim gugur Korea," tutupnya.
Artikel Terkait
Mensos Pastikan Layanan Masyarakat Tak Terganggu Meski Ada Wacana WFH ASN
Mendagri Tito Karnavian: Tak Ada Lagi Pengungsi Banjir Sumbar Tinggal di Tenda
Menaker Perintahkan Pengawas Turun Langsung Tangani Laporan THR yang Belum Dibayar
Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi 29 Maret 2026