Dalam perkembangan terbaru, polisi menyatakan telah mengantongi identitas terduga pelaku. Saat ini, pelaku diduga masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pemeriksaan intensif terus dilakukan untuk mengungkap keterangan lengkap.
"Dugaan pelaku kami sudah tahu. Saat ini juga sudah sedang dirawat, kami sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan," jelas Listyo.
Kronologi Ledakan dan Dugaan Balas Dendak Akibat Bullying
Berdasarkan informasi dari salah seorang siswa berinisial S, ledakan diduga dipicu oleh aksi balas dendam seorang siswa yang kerap menjadi korban perundungan atau bullying. Siswa tersebut diduga membawa bom rakitan atau bom molotov ke dalam masjid sekolah.
"Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak," tutur siswa tersebut. Insiden ledakan sendiri terjadi usai khotbah Jumat selesai dan menjelang ikamah.
20 Korban Sedang Diperiksa dan Ditangani
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk Freidrich Paulus, mengonfirmasi bahwa polisi akan memeriksa keterangan dari 20 korban ledakan. Seluruh korban mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Lodewijk juga menjelaskan bahwa semua korban adalah murid SMAN 72, di mana beberapa di antaranya merupakan anak dari prajurit TNI AL yang tinggal di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Pelatih Bulgaria Akui Kekuatan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series
Bareskrim Tangkap Kurir Sabu Jaringan Buronan Erwin Iskandar di Halim
Arus Balik Lebaran 2026 Belum Surut, Volume Kendaraan di Tol Trans Jawa Melonjak 193%
Arus Balik H+4 Lebaran 2026 Mencapai 23 Ribu Kendaraan, Naik 193 Persen