Dr. Tigor menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Koster karena program SPPG di Bali telah menunjukkan progres 30 persen. Kehadiran SPPG diharapkan dapat mempercepat pencegahan masalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan stunting. Fokus program ini adalah pada pola asuh 3B, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum masuk PAUD.
Serapan Pangan Lokal Bali untuk Program Makan Bergizi Gratis
Merespons laporan tersebut, Gubernur Wayan Koster memberikan masukan penting. Beliau meminta agar pelaksanaan program SPPG juga mempertimbangkan antisipasi terhadap kemungkinan kekurangan bahan pangan. Gubernur menekankan perlunya peningkatan serapan pangan lokal Bali.
Koster mengusulkan agar bahan-bahan seperti sayuran, telur, ikan, ayam, dan buah-buahan hasil produksi lokal dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini. Menurutnya, hasil pertanian di Bali sudah sangat mencukupi untuk mendukung program tersebut.
Usulan strategis dari Gubernur Bali ini pun mendapat sambutan positif dari Dr. Tigor Pangaribuan dan jajaran Badan Gizi Nasional.
Artikel Terkait
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg
KAI Tambahkan Pemberhentian di Jatinegara Antisipasi Macet Monas
Korlantas Siapkan Skenario One Way Tahap Ketiga Antisipasi Puncak Arus Balik
KPK Imbau Kepala Daerah Evaluasi Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik