Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengaku turut merasakan kekecewaan melihat situasi Persija Jakarta yang harus menjadi tim musafir. Kondisi ini terjadi karena Stadion JIS (Jakarta International Stadium) sedang menjalani masa perawatan pasca digunakan untuk konser NCT Dream. Untungnya, Macan Kemayoran berhasil meraih hasil positif dalam laga tandang terakhir mereka.
Pramono Anung Ikut Mengeluh Soal Persija Jadi Tim Musafir
Pramono Anung akhirnya buka suara mengenai kondisi Persija yang tidak bisa bermain di kandang sendiri. Gubernur mengaku ikut mengeluh, menyusul pernyataan rindu dari pelatih Mauricio Souza terhadap Stadion JIS. Ia menegaskan bahwa rasa rindu bermain di kandang sendiri bukan hanya dirasakan oleh sang pelatih.
"Saya juga mengeluh, bukan hanya pelatihnya, tapi kemarin yang penting di Solo untung menang, ya," ujar Pramono Anung, seperti dikutip pada Sabtu (8/11/2025). Kemenangan atas PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, menjadi penawar kekecewaan sementara.
Jadwal Berat Persija Jakarta dan Rindu Kandang
Catatan lima laga terakhir Persija Jakarta menunjukkan betapa padatnya jadwal mereka sebagai tim musafir. Tim tersebut harus menjalani empat laga tandang melawan PSM Makassar, Borneo FC, Persebaya Surabaya, dan Madura United. Satu laga "kandang" pun terpaksa digelar di Solo.
Lamanya waktu tidak bermain di Stadion JIS juga membuat pelatih Mauricio Souza menyatakan kerinduannya. Souza sangat merindukan dukungan langsung dan semangat dari The Jakmania yang menurutnya selalu menciptakan atmosfer luar biasa di stadion kebanggaan ibu kota tersebut.
“Saya rindu bermain di stadion itu, atmosfernya luar biasa. Suporter selalu memberi kami semangat. Kami mendapat banyak dukungan di sana,” kata Souza. Selanjutnya, Persija akan menghadapi laga tandang melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Artikel Terkait
Target Huntara Modular Bener Meriah Selesai Awal Ramadan 2026
Kendala Administrasi Tunda Debut Maarten Paes Bersama Ajax
Menteri Keuangan Targetkan Tax Ratio Naik ke 11-12 Persen pada 2026
Ma.ja Watch: Dari Kayu dan Kearifan Lokal Menuju Panggung Global