Selain Water Shield, Semen Merah Putih juga mengembangkan semen hidrolis dengan clinker factor lebih rendah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan semen konvensional (OPC). Inovasi ini telah digunakan secara masif di Batam dengan tingkat adopsi 100%.
"Dengan mengurangi clinker factor, kami secara signifikan menurunkan emisi karbon dalam produksi semen," jelas Nyiayu. Clinker factor merupakan bahan utama penyumbang emisi karbon di industri semen.
Kualitas Terjaga Meski Emisi Rendah
Meski memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, semen hidrolis Semen Merah Putih tetap memenuhi standar kekuatan dan parameter konstruksi yang diperlukan untuk pembangunan infrastruktur. Hal ini menjadikannya solusi ideal untuk proyek konstruksi berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas.
Selama 13 tahun beroperasi sejak 2012, Semen Merah Putih terus berkontribusi dalam penyediaan material untuk berbagai proyek nasional sekaligus menghadirkan inovasi berkelanjutan bagi industri konstruksi Indonesia.
Artikel Terkait
Negara-negara Asia Antre Minyak Rusia di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Korlantas Prediksi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret
TNI Bangun Ulang Jembatan Gumuzo di Nias Utara, Akses Vital Kembali Pulih
Rodri Buka Peluang Gabung Real Madrid Meski Berdarah Atlético