Kementerian UMKM Gandeng MNC Kapital untuk Dongkrak Daya Saing Usaha Kecil

- Rabu, 24 Desember 2025 | 22:15 WIB
Kementerian UMKM Gandeng MNC Kapital untuk Dongkrak Daya Saing Usaha Kecil

Kementerian UMKM punya pekerjaan rumah besar: mendongkrak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar bisa naik kelas. Caranya? Dengan fokus pada hilirisasi produk. Tapi upaya ini nggak bakal jalan kalau cuma setengah-setengah. Mereka mendorong paket lengkap yang terintegrasi, mulai dari urusan pembiayaan sampai membangun ekosistem bisnis yang solid. Tujuannya jelas, biar daya saing mereka makin kuat, baik di dalam negeri maupun saat menghadapi pasar global.

Menurut Bagus Rachman, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, kenaikan kelas itu harus dilakukan dalam satu paket utuh. "Bagaimana sebuah bisnis dibangun, artinya usaha mikro, kecil, dan menengah harus naik kelas dalam bentuk satu paket," tegasnya.

Dia menambahkan, "Rantai pasok akan kita bangun, dan dengan adanya kolaborasi bersama MNC Kapital diharapkan dapat menjadi bagian dari penumbuh kembang UMKM Indonesia." Pernyataan ini disampaikan di sela-sela acara Holding UMKM Expo, Rabu lalu.

Nah, sebagai langkah konkret, kerjasama pun dijalin. Kementerian UMKM dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk baru saja menandatangani nota kesepahaman. MoU ini bertujuan memperkuat akses layanan keuangan terpadu bagi para pelaku usaha. Harapannya, inklusi keuangan meningkat, transformasi digital terakselerasi, dan kapasitas UMKM makin kokoh untuk tumbuh berkelanjutan.

Namun begitu, jalan menuju sana nggak mulus. Bagus mengakui, salah satu tantangan terberat adalah soal literasi keuangan. Masih banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang jadi bagian rantai pasok usaha menengah, tapi pemahaman keuangannya terbatas. Memang level usaha menengah relatif lebih baik, tapi tetap saja butuh pendampingan serius. Seluruh ekosistem harus bisa tumbuh bersama.

"Di sinilah kami berharap MNC Kapital ikut mendampingi," ujar Bagus. "Sehingga nanti literasi keuangan, baik secara tata kelola keuangan dan digitalisasinya kita harapkan ini bisa dibangun."

Lebih jauh, dia menegaskan bahwa penguatan pembiayaan diharapkan bisa memecah kebuntuan klasik yang selama ini menghambat UMKM. Potensi Indonesia untuk jadi negara maju, menurutnya, sangat bergantung pada kemampuan menguasai pasar dan sektor hulu. "Kita ada di hulunya nih. Kita banyak sekali komoditas atau sumber alam kita yang perlu dihilirisasi," katanya.

Lalu dia menyambung, "Nah disinilah kita berharap MNC Kapital bisa menjadi supporter sistem dari ekosistem yang kita bangun."

Di sisi lain, pihak MNC Kapital menyambut baik kerjasama ini. Direktur Utama mereka, Yudi Hamka, menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi aktif, terutama untuk segmen usaha menengah yang punya tantangan unik.

"Kami berpartisipasi, bersumbangsih untuk membantu mengembangkan UMKM khususnya untuk kelas menengah karena ini suatu tantangan tersendiri," jelas Yudi.

Bentuk dukungannya akan komprehensif, mencakup sistem pembayaran, pembiayaan, perbankan, sampai asuransi. Rangkaian layanan finansial ini diharapkan bisa membuat bisnis UMKM lebih kuat, terlindungi, dan terstruktur. Dengan fondasi yang baik, perkembangan berkelanjutan ke depan lebih mungkin diraih.

"UMKM membutuhkan perbankan, mereka membutuhkan pembiayaan, mereka membutuhkan asuransi, dan support financial services supaya mereka bisa naik kelas," pungkas Yudi. "Saya kira ini sinergi yang sangat bagus sekali untuk kita kembangkan bersama."

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar