"Berarti kan ini belum maksimal. Tentu ini dari bibit yang tidak unggul. Kita sampaikan kepada Pemerintah, supaya menyiapkan bibit unggul supaya hasilnya maksimal," tegasnya.
Tantangan Lain: Regulasi dan Iklim Usaha
Selain masalah bibit, Kadin juga mengidentifikasi tantangan lain dalam mewujudkan ketahanan pangan, yaitu soal regulasi dan kemudahan berusaha. Proses bisnis di Indonesia dinilai masih terlalu banyak diatur oleh regulasi, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi dan membuat pelaku usaha menahan ekspansi karena situasi ketidakpastian.
Duplikasi Kesuksesan Komoditas Sawit
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perekonomian Kadin Indonesia, Franky O Widjaja, menyoroti perlunya mencontoh kesuksesan komoditas kelapa sawit untuk diterapkan pada komoditas pangan lainnya.
"Kita sudah rumuskan juga bagaimana kesuksesan sawit itu, perlu pendampingan melekat, bisa kita duplikasi untuk produk-produk lain. Pendampingan melekat itu agar pengusaha dan koperasi atau masyarakat bisa berjalan bersamaan," jelas Franky.
Dengan perbaikan kualitas bibit dan penyederhanaan regulasi, diharapkan target ketahanan pangan Indonesia dapat tercapai secara lebih optimal.
Artikel Terkait
Timnas U-17 Hadapi Timor Leste di Pembuka Piala AFF, Tekanan Tinggi Usai Catatan Buruk
KAI Daop 1 Jakarta Tegas Akan Tindak Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Stasiun
Kebijakan WFH ASN Turunkan Jumlah Penumpang LRT Jabodebek 10 Persen
Arbeloa Tegaskan Real Madrid Tak Akan Menyerah di Pengejaran Gelar La Liga