China Batalkan Pembelian Minyak Rusia, Imbas Sanksi AS Terbaru
Perusahaan penyulingan minyak China, termasuk raksasa milik negara seperti Sinopec dan PetroChina, dilaporkan membatalkan sejumlah pembelian minyak mentah dari Rusia. Tindakan ini merupakan respons langsung terhadap sanksi terbaru yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat terhadap industri minyak Rusia.
Dampak Sanksi AS pada Impor Minyak China
Berdasarkan data dari firma riset Rystad Energy, sanksi AS terbaru ini berdampak signifikan, mempengaruhi sekitar 45 persen dari total pembelian minyak mentah Rusia oleh China. Angka ini setara dengan penurunan impor sekitar 400.000 barel minyak per hari. Perusahaan-perusahaan penyulingan independen China (teko) juga dikabarkan menghentikan pembelian untuk menghindari risiko terkena sanksi.
Diskon Besar dan Pergeseran Pasar Minyak Global
Akibat sanksi ini, minyak mentah Rusia kini diperdagangkan dengan diskon yang lebih dalam. Selama tiga tahun terakhir, Rusia berhasil menjadi pemasok minyak terbesar bagi China dan India berkat penawaran diskon besar yang dilakukan di tengah tekanan sanksi Barat. Situasi terbaru ini memaksa kedua negara, China dan India, untuk mulai mencari alternatif sumber minyak mentah pengganti dari Rusia, yang umumnya tersedia dengan harga yang lebih tinggi.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Gelar Laga Perdana di Era Herdman pada FIFA Series Maret 2026
Pembiayaan Kendaraan BSI Tumbuh 19% pada 2025, Tembus Rp6,41 Triliun
Proyek Renovasi Stadion Azteca untuk Piala Dunia 2026 Masih Berjalan, Kekhawatiran Muncul
Jadwal Imsak dan Subuh Bogor 19 Februari 2026: Imsak Pukul 04.31 WIB