BI Fast: Sistem Pembayaran Termurah dan Tercepat di Dunia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan bahwa layanan sistem transaksi BI Fast kini menjadi yang termurah dan tercepat di dunia. Biaya transaksi digital melalui layanan ini hanya Rp2.500 per transaksi, dengan transaksi hingga Rp500 ribu di merchant sama sekali gratis.
Layanan 24/7 dengan Biaya Terjangkau
Selain terkenal murah, BI Fast juga beroperasi non-stop 24 jam selama tujuh hari penuh. Perry Warjiyo menegaskan, "Dan itu murah banget, cheapest di dunia, karena jika didolarkan hanya 25 sen per transaksi." Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo 2025 di Jakarta.
Pertumbuhan Transaksi yang Signifikan
Pemanfaatan BI Fast menunjukkan peningkatan yang luar biasa dari tahun ke tahun. Data terbaru menunjukkan volume transaksi ritel melalui sistem ini mencapai 1,22 miliar transaksi, tumbuh 32,34 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp3.024,08 triliun pada kuartal III-2025.
Kinerja Sistem Pembayaran Bernilai Besar
Untuk transaksi bernilai besar, Sistem BI-RTGS mencatat 2,76 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp56.422,87 triliun pada periode yang sama. Ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap sistem pembayaran digital Indonesia.
Total Transaksi Pembayaran Digital Indonesia
Secara keseluruhan, total volume transaksi pembayaran digital di Indonesia telah mencapai angka fantastis 12,99 miliar transaksi, tumbuh 38,08 persen (yoy) pada kuartal III 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh perluasan akseptasi dan kanal pembayaran digital yang semakin masif.
QRIS Tumbuh Pesat
Transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh 13,11 persen (yoy) dan 17,80 persen (yoy). Yang paling mencolok adalah pertumbuhan transaksi QRIS yang mencapai 147,65 persen (yoy), menunjukkan adopsi teknologi pembayaran yang sangat cepat di kalangan masyarakat dan merchant Indonesia.
Artikel Terkait
Prabowo dan Albanese Perkuat Kemitraan Pendidikan dan Ekonomi di Jakarta
DJP dan Bareskrim Perbarui Kerja Sama, Bekukan Aset Rp2,65 Triliun dari Pelanggar Pajak
Gempa Megathrust M 6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
KPK Sita Rp40,5 Miliar dan 5,3 Kg Emas dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai