Dua insiden orang tertemper kereta rel listrik (KRL) terjadi di Jakarta pada Jumat (21/8/2026). Seorang siswa SMA berinisial DK (18) tewas di Kalideres, Jakarta Barat, dan seorang pria lanjut usia bernama Iskak (80) meninggal di Tebet, Jakarta Selatan. Polisi memastikan kedua peristiwa itu merupakan kecelakaan, bukan bunuh diri.
Peristiwa pertama terjadi di perlintasan sebidang di Semanan, Kalideres. DK tertemper KRL saat hendak menyeberangi rel. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan korban tertemper saat melintas rel.
"Untuk TKP Semanan Tembok Bolong Kalideres Jakbar berdasarkan hasil olah TKP korban tertemper pada saat melintas rel," kata Budi kepada wartawan.
Insiden kedua terjadi di Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet. Iskak tertemper kereta saat berjalan di pinggiran rel. Korban meninggal di lokasi akibat luka parah di bagian kepala. Berdasarkan keterangan saksi berinisial SS, korban terserempet ketika berjalan di pinggir rel.
"Untuk TKP Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet, Jaksel berdasarkan keterangan saksi SS, korban terserempet ketika berjalan di pinggir rel kereta," ujar Budi.
Secara terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menegaskan bahwa korban tertemper kereta bukan karena bunuh diri. "Nggak ada bunuh diri," ujar Joko.
Artikel Terkait
Tawuran di Pinggir Rel Ganggu Perjalanan KRL, Penumpuk di Stasiun Cawang Menumpuk
Dua Orang Tewas Tertemper KRL di Tebet dan Kalideres
Komisi V DPR Bakal Panggil Kemenhub dan KAI Usai Dua Orang Tewas Tertemper KRL
Dua Insiden di Lintas Bogor dan Tangerang, KRL Sempat Terganggu Pagi Ini