Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Perawatan Pesawat dan Pangkalan TNI AU

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:36 WIB
Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Perawatan Pesawat dan Pangkalan TNI AU

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana pengembangan Bandara Kertajati menjadi pusat pemeliharaan pesawat atau MRO, sekaligus pangkalan TNI AU. Langkah ini diambil seiring rencana penambahan jumlah pesawat tempur dan transportasi di tubuh TNI AU.

Sjafrie menjelaskan, bandara yang terletak di Majalengka itu akan difungsikan untuk menyimpan berbagai jenis pesawat, mulai dari pesawat angkut hingga pesawat tempur. "Kertajati ini akan kita gunakan untuk kepentingan pemeliharaan, kemudian juga kita gunakan sebagai pangkalan penyimpanan pesawat baik itu transport maupun pesawat tempur. Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar," ujarnya di fasilitas GMF di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (19/8).

Untuk pengelolaan bengkel pesawat, Sjafrie membuka peluang kerja sama dengan pihak asing. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan sumber daya manusia dalam negeri menjadi prioritas utama. "Kerja sama luar negeri ini terbuka bagi kita dalam rangka membuka kerja sama teknis dengan negara-negara sahabat untuk melakukan MRO di Indonesia. Kita sedang mengatur fasilitas mana yang akan dipergunakan oleh mereka, termasuk di Kertajati," kata Sjafrie.

Saat ini, TNI AU telah menggandeng PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) untuk memodernisasi pesawat C130 Hercules seri H. Ke depan, Sjafrie menyebutkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga akan dilibatkan dalam modernisasi pesawat. "Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI," ungkapnya.

Sjafrie juga berencana merawat jet tempur Rafale F4 buatan Prancis di dalam negeri. Sejumlah pesawat tersebut sudah diterima TNI AU. Untuk perawatannya, ia akan melibatkan GMF dan PTDI. "Juga nanti akan bertahap dikirim, baik ke GMF maupun PTDI. Jadi, nanti pesawat tempur juga akan kita rawat di Indonesia. Rafale juga akan kita berikan tugas, apakah kepada GMF atau PTDI," tuturnya.

Dengan langkah ini, Sjafrie berharap Indonesia bisa mandiri dalam perawatan pesawat. Ia juga mendorong skema pengadaan alutsista yang tidak hanya membeli sistemnya, tetapi juga termasuk perawatannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.