Setelah berlayar sekitar 240 hari tanpa jeda panjang, kondisi kesehatan mental awak kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi sorotan. Rutinitas panjang di tengah laut, jauh dari keluarga, serta tekanan tugas militer dinilai memengaruhi kondisi psikologis para pelaut.
Hal ini terungkap saat Laksamana Brad Cooper mengunjungi kapal tersebut pada Sabtu (15/8) waktu setempat. Dalam kunjungannya, Cooper menegaskan bahwa kesejahteraan sekitar 5.000 personel menjadi prioritas utama bagi pihak yang bertanggung jawab atas kapal induk itu.
Dia mengakui berbagai kesulitan yang timbul akibat pengerahan berkepanjangan. Tugas aktif dalam situasi seperti itu, menurutnya, merupakan hal yang "sangat menantang dan berat".
"Saya sudah lama meyakini bahwa kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan individu dan memerlukan perhatian kita, sama halnya dengan kesehatan fisik dan kesehatan spiritual," kata Cooper.
USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah pada Januari lalu. Sejak saat itu, kapal induk tersebut telah mendukung operasi militer AS terhadap Iran, termasuk blokade laut terhadap pelabuhan dan kapal Teheran.
Laporan Military Times dan Stars & Stripes yang dirilis pekan lalu menyebutkan sejumlah masalah di kapal, seperti kerusakan sistem saluran air, kendala sanitasi, kekurangan pasokan makanan segar, dan terbatasnya kesempatan bagi para pelaut untuk turun ke daratan.
Artikel Terkait
Kesehatan Mental Awak Kapal Induk AS Jadi Sorotan Usai 240 Hari di Laut
Teuku Zacky Ganti Nama Jadi Jordan, Ungkap Titik Terendah Mentalnya
Bentrokan di Kapal Induk AS Abraham Lincoln Tewaskan 7 Tentara
Tujuh Personel AS Tewas dalam Bentrokan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln