Kementerian Sosial terus memastikan kebutuhan dasar korban gempa di Nusa Tenggara Timur terpenuhi. Setelah Nagekeo, dapur umum Kemensos kini beroperasi di Kabupaten Sikka dan Manggarai untuk melayani kebutuhan makan para pengungsi.
Di Kabupaten Sikka, dapur umum berlokasi di GOR Samador, Desa Madawat, Kecamatan Alok. Mulai beroperasi pada Minggu (16/8), dapur ini memproduksi sekitar 4.500 bungkus makanan setiap hari yang didistribusikan dalam tiga kali waktu makan. Sementara di Kabupaten Manggarai, dapur umum mulai beroperasi pada Senin (17/8) di Kecamatan Reok dengan kapasitas 3.000 bungkus makanan per hari untuk dua kali waktu makan.
Dengan demikian, total produksi makanan dari dua dapur umum tersebut mencapai sekitar 7.500 bungkus per hari bagi masyarakat terdampak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa pengoperasian dapur umum terus disesuaikan dengan kondisi pengungsian dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. "Dapur umum terus kita operasikan untuk melayani masyarakat yang masih berada di pengungsian. Kebutuhan makanan harus tersedia, begitu juga tenda, pakaian, selimut dan kebutuhan kelompok rentan," kata Gus Ipul.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.237 orang tercatat mengungsi di Kabupaten Sikka. Empat orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka berat, dan enam orang luka ringan. Sementara di Kabupaten Manggarai, 13.885 jiwa mengungsi, dengan 27 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan. Data tersebut masih terus diperbarui seiring asesmen dan pendataan di lapangan.
Pengoperasian dapur umum di Sikka dan Manggarai melanjutkan pelayanan yang telah berjalan di Kabupaten Nagekeo. Dapur umum Kemensos di Desa Danga, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, mulai beroperasi pada Senin (17/8) dan memproduksi sekitar 2.000 bungkus makanan per hari untuk dua kali waktu makan.
Dengan beroperasinya tiga dapur umum tersebut, kapasitas produksi makanan Kemensos di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai mencapai sekitar 9.500 bungkus per hari. "Kapasitas dapur umum kita sesuaikan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan. Tim juga masih terus melakukan asesmen. Kalau di satu titik kebutuhannya bertambah, tentu pelayanan akan kita sesuaikan," ujar Gus Ipul.
Kemensos saat ini tengah menyiapkan perluasan pelayanan dapur umum ke wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada.