CT ARSA Foundation bersama AirNav Indonesia menggelar program Relawan Bakti BUMN 2026 di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini mencakup edukasi literasi untuk siswa SD dan TK, serta sosialisasi kepada siswa SMP Negeri 3 Cepogo mengenai SMA Unggulan CT ARSA, sekolah gratis yang didirikan oleh Chairul Tanjung dan istrinya, Anita Ratnasari Tanjung.
Ratusan siswa SMP dari kelas VII hingga IX mengikuti sosialisasi yang berlangsung di halaman sekolah. Mereka tampak antusias mendengarkan paparan dari Pit CT ARSA Foundation, Haerani Akbar. Dalam kesempatan itu, Akbar menjelaskan bahwa sekolah tersebut menyasar siswa dari keluarga prasejahtera, khususnya mereka yang masuk dalam Desil 1 sampai 3.
"Sosialisasi SMA Unggulan CT ARSA Foundation kita lakukan di Boyolali, untuk menarik adik-adik kita, khususnya yang ada di Desil 1 sampai 3 dan juga dari keluarga prasejahtera untuk kita lihat potensinya dan kita arahkan untuk bisa mendaftarkan diri, ikut seleksi dalam sekolah unggulan CT ARSA Foundation di Sukoharjo," ujar Akbar, Selasa (18/8/2026).
SMA Unggulan CT ARSA menerapkan konsep boarding school. Pihak sekolah telah menyiapkan asrama beserta seluruh fasilitasnya secara gratis bagi siswa yang diterima. "SMA Unggulan CT ARSA Foundation ini 100% gratis. Didirikan oleh Bapak Chairul Tanjung dan Ibu Anita Ratnasari Tanjung. Beliau memberikan semua fasilitas gratis kepada siswa-siswa yang diterima di SMA unggulan CT ARSA Foundation baik di Sukoharjo maupun di Deli Serdang," kata Akbar.
Akbar menambahkan, seleksi calon siswa dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, termasuk verifikasi Desil calon siswa, yang menjadi syarat mutlak. Setelah itu, tim akan melakukan survei ke lapangan. "Juga kita melakukan survei. Jadi survei kita lakukan untuk memastikan anak ini benar-benar dari keluarga prasejahtera itu yang membutuhkan," jelasnya.