Kementerian Sosial mulai mengoperasikan dapur umum untuk melayani kebutuhan makanan korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sejak Senin (17/8). Dapur umum yang berlokasi di Kecamatan Aesesa ini pada hari pertama menyiapkan sekitar 750 hingga 1.000 bungkus makanan untuk makan malam warga.
Pelayanan akan ditingkatkan mulai Selasa (18/8) menjadi tiga kali memasak sehari, dengan target produksi sekitar 1.000 bungkus per kali memasak atau total 3.000 bungkus per hari. Jumlah produksi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan warga di pengungsian.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama Kemensos selama masa tanggap darurat. "Yang paling penting kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Dapur umum kita siapkan, logistik terus kita gerakkan, dan tim di lapangan terus melakukan asesmen. Kita bekerja bersama pemerintah daerah, BNPB, TNI/Polri dan seluruh unsur yang ada untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).
Berdasarkan data sementara, tercatat 18.217 jiwa mengungsi di Kabupaten Nagekeo, baik secara mandiri maupun di lokasi pengungsian terpusat. Di Kecamatan Aesesa sendiri, data per 17 Agustus mencatat 4.386 jiwa mengungsi. Pendataan di kecamatan lain masih terus berjalan, dengan tim Kemensos yang terdiri dari pendamping dan petugas lapangan masih melakukan asesmen terhadap warga terdampak serta kebutuhan di masing-masing titik pengungsian.
Sebelum dapur umum Kemensos beroperasi, kebutuhan makanan warga telah dibantu oleh dapur umum Koramil dengan produksi sekitar 600 bungkus. Kehadiran dapur umum Kemensos menambah dukungan permakanan bagi masyarakat yang masih bertahan di pengungsian.
Bantuan Logistik dan Santunan
Selain pelayanan dapur umum, Kemensos terus menyalurkan bantuan untuk Nagekeo. Sebanyak 1.000 paket sembako telah dialokasikan untuk kabupaten ini. Nagekeo juga menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan dari tambahan 48 ton beras reguler yang disiapkan Kemensos untuk wilayah terdampak di NTT.
Bantuan dari Sentra Efata Kupang juga telah dikirimkan ke Nagekeo, berupa kebutuhan pengungsian dan kebutuhan dasar seperti tenda, velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, kidswear, dan tenda serbaguna.
Secara keseluruhan, Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga wilayah terdampak, yakni Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Tiga titik tambahan direncanakan di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende, sehingga total akan menjangkau enam wilayah. Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran indikatif sekitar Rp5,16 miliar.
Selain logistik dan permakanan, Kemensos menyiapkan santunan bagi 54 korban meninggal dunia masing-masing Rp15 juta, dengan total Rp810 juta. Santunan juga direncanakan bagi 199 korban luka masing-masing Rp5 juta, dengan total Rp995 juta. Penyaluran santunan akan dilakukan setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi.
Dengan dukungan logistik, tindak lanjut penyaluran bantuan, operasional dapur umum, serta rencana santunan korban, total dukungan indikatif Kemensos untuk penanganan gempa NTT mencapai Rp13.212.939.379.
Gus Ipul menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi warga terdampak. "Tim akan terus berada di lapangan. Kalau ada kebutuhan yang perlu diperkuat, kita sesuaikan. Masyarakat yang terdampak harus mendapatkan makanan, tempat yang aman dan kebutuhan dasar lainnya selama masa tanggap darurat," pungkasnya.