Bendera Merah Putih kembali berkibar di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Minggu (16/8). Pengibaran ini dilakukan sehari setelah kericuhan mewarnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di lokasi yang sama.
Kericuhan terjadi pada Sabtu (15/8) di penghujung acara peringatan, usai orasi kegiatan selesai dibawakan. Semuanya bermula ketika sejumlah massa berupaya mengibarkan bendera bulan bintang di salah satu tiang di kompleks masjid. Aksi itu mendapat larangan dari aparat TNI yang berjaga, dan aparat melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Letusan tembakan membuat massa sempat tiarap, namun situasi kemudian memanas. Massa bergerak mengejar aparat sambil melempari mereka dengan batu bata dan benda-benda lainnya. Aksi pelemparan berlangsung dari halaman masjid hingga ke sekitar Gedung DPRK Banda Aceh dan Simpang Kodim.
Polisi yang melakukan pengamanan berupaya membubarkan massa. Imbauan melalui mobil pengeras suara tak diindahkan. Polisi sempat menyemprotkan air, dan akhirnya menggunakan gas air mata untuk mengendalikan situasi. Gas air mata membuat massa berhamburan meninggalkan kawasan masjid. Sejumlah kendaraan di sekitar lokasi dilaporkan terkena lemparan batu, dan beberapa warga mengalami luka-luka.
Kapolda Turun ke Tengah Massa
Di tengah kericuhan, Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan turun langsung menemui massa. Ruddi melewati barisan pasukannya dan berjalan mendekati kerumunan untuk berdialog. Di hadapan massa, ia mengajak semua pihak menjaga keamanan dan perdamaian Aceh. "Kita sama-sama saling menjaga supaya kita ini damai, tenteram, dan juga Aceh maju," kata Ruddi.
Dalam dialog tersebut, massa menyampaikan permintaan agar warga yang diamankan aparat segera dilepaskan. Kapolda memenuhi permintaan itu. Sekitar pukul 14.18 WIB, dua warga yang sebelumnya diamankan dibebaskan dan dihadirkan di hadapan massa dengan didampingi Kapolda. Ruddi juga bersalaman dengan sejumlah massa untuk meredakan ketegangan. Setelah itu, beberapa warga lainnya yang diamankan turut dibebaskan secara bertahap. Sepanjang aksi, sedikitnya lima warga disebut telah dilepaskan petugas. Dua di antaranya terlihat mengalami luka dengan kepala diperban.
Langkah Kapolda turun langsung menjadi salah satu upaya meredakan ketegangan. Setelah situasi berangsur kondusif, sebagian massa bergerak menuju Gedung DPRA. Sekitar pukul 15.13 WIB, Kapolda bersama Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo kembali mendatangi halaman masjid dan menyaksikan bendera bulan bintang yang dipasang massa di kawasan tengah kompleks.
TNI: Hormati Simbol Negara
Mabes TNI menanggapi kericuhan tersebut. "Sangat kita sayangkan kejadian ini, TNI mengimbau mari kita hormati simbol negara dan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu suasana damai," kata Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas dalam keterangannya.
Saat ini, situasi berangsur kondusif. Beberapa kelompok massa telah membubarkan diri. Namun, TNI-Polri masih berkoordinasi untuk terus mengamankan situasi. "TNI senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam rangka menjaga stabilitas serta kondusivitas wilayah," tutup Muhammad Nas.
Merah Putih Kembali Berkibar
Prajurit TNI dari Kodim 0101 KBA, Yonif Raider 112/Dharma Jaya, Yon Zipur 16/Dhika Anoraga, dan Yon Armed 17/Rencong Cakti kembali memasang bendera dan umbul-umbul Merah Putih yang sebelumnya dirusak massa saat peringatan 21 tahun perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2026. Pengibaran kembali dilakukan untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengembalikan suasana Merah Putih di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.
Artikel Terkait
TNI Kembali Kibarkan Merah Putih di Masjid Raya Baiturrahman
Jusuf Kalla: Kerusuhan Banda Aceh Bukan Cerminan Keinginan Mayoritas Rakyat
Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh Ricuh, Massa Lempari Mobil Brimob
Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh Ricuh, Massa Kibarkan Bendera Bulan Bintang