Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal truk yang tersangkut di jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia meminta jajarannya mengusut dugaan pelanggaran dalam peristiwa tersebut.
"Saya akan segera minta kepada OPD terkait untuk melakukan pengecekan itu," kata Pramono kepada wartawan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (16/8/2026).
Pramono menegaskan tidak akan pandang bulu jika ditemukan pelanggaran oleh operator truk. Sanksi akan dijatuhkan, sebagaimana kasus truk yang tersangkut di JPO Tendean bulan lalu.
"Yang pertama, untuk truk tentunya kami memperlakukan yang sama (pemberian sanksi) apakah yang terjadi di Tendean dan juga waktu yang terjadi (saat ini)," jelas Pramono.
Insiden itu terjadi pagi tadi. Truk yang tersangkut sempat membuat arus lalu lintas tersendat karena badan truk berada di tengah jalan dan menghalangi kendaraan yang melintas.
"Kejadiannya tadi pagi. Sudah dilakukan upaya untuk kelancaran lalu lintas," kata Kapolsek Kramat Jati AKP Pesta Hasiholan Siahaan saat dihubungi.
Dalam rekaman video yang beredar, truk tampak "nangkring" di tengah jalan. Bagian atas truk tersangkut JPO, sehingga kendaraan roda empat tak bisa melintas, sementara roda dua masih bisa lewat celah.
Pesta mengatakan polisi langsung bergerak ke lokasi setelah mendapat laporan. Proses evakuasi telah selesai dan lalu lintas kembali normal.
"Aman JPO-nya (tidak rusak). Sudah dapat berjalan kembali," ujarnya.