Enam Puskesmas dan Dua RSUD di NTT Rusak Akibat Gempa, RSUD Nagekeo Berhenti Beroperasi

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:48 WIB
Enam Puskesmas dan Dua RSUD di NTT Rusak Akibat Gempa, RSUD Nagekeo Berhenti Beroperasi

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas kesehatan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, enam puskesmas di wilayah tersebut rusak berat, sementara dua rumah sakit daerah (RSUD) juga mengalami kerusakan parah.

“Catatan saya sekilas kemarin malam yang sudah teridentifikasi ada 6 puskesmas rusak berat, puluhan yang rusak sedang, dan yang rusak ringannya juga ratusan,” kata Budi saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (16/8).

Kerusakan terparah terjadi di RSUD Nagekeo. Budi menyebut, rumah sakit tersebut terpaksa berhenti beroperasi karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melayani pasien.

“Rumah sakitnya yang saya tahu ada dua yang rusak parah, yang paling parah di RSUD Nagekeo. Ada beberapa yang rusak sedang dan juga ada yang rusak ringan,” ujarnya.

RSUD Nagekeo Berhenti Operasi

Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, pemerintah segera mengirimkan rumah sakit lapangan ke Nagekeo. Budi mengatakan, rumah sakit lapangan tersebut ditargetkan tiba dalam satu hingga dua hari dan akan segera dibangun.

“Khusus untuk Rumah Sakit Nagekeo karena sudah berhenti beroperasi, kita kemarin malam kirim rumah sakit lapangan. Jadi pakai tenda,” kata Budi.

Penghentian operasional RSUD Nagekeo berdampak langsung pada penanganan pasien kritis, termasuk ibu hamil. Budi mencontohkan seorang ibu hamil di Nagekeo yang mengalami komplikasi berat dan membutuhkan penanganan rumah sakit. Pasien tersebut tidak dapat langsung dirujuk karena rumah sakit setempat tidak beroperasi.

“Yang paling dekat RSUD Borong dua jam yang baru kita bangun atau Rumah Sakit Komodo yang baru tiba itu empat jam. Kita mau jalan, jalannya putus,” ujarnya.

Pemerintah kemudian berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membuka akses evakuasi. “Hampir jam 03.00 ibu ini bisa ditarik oleh ambulans ke RSUD Borong. Jadi harusnya pagi ini sudah sampai,” kata Budi.

Gempa M7,7 Guncang NTT

Gempa yang menggunakan Nagekeo dan sekitarnya terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Berdasarkan laporan BMKG, pusat gempa berada di koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, yakni NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Sementara itu, data sementara BNPB per Sabtu (15/8) pukul 18.48 WIB mencatat korban meninggal dunia di sejumlah wilayah: 24 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.

Petugas hingga kini masih melakukan evakuasi serta memberikan perawatan medis kepada korban luka-luka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.