Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) telah mengirimkan kapal induk USS George HW Bush ke Laut Arab. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran tentang kondisi penugasan berkepanjangan yang dialami para pelaut di kapal induk USS Abraham Lincoln.
Foto yang diunggah di platform media sosial X, seperti dilansir Aljazeera pada Minggu (16/8/2026), memperlihatkan jet-jet tempur yang lepas landas dari geladak penerbangan George HW Bush. "Pesawat Angkatan Laut AS lepas landas dari geladak penerbangan USS George H.W. Bush (CVN 77) saat kapal tersebut berlayar di Laut Arab untuk mendukung keamanan di Timur Tengah," tulis akun media sosial CENTCOM.
USS George HW Bush (CVN-77) adalah kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz yang menjadi bagian dari armada kapal induk Angkatan Laut AS yang beroperasi di kawasan tersebut selama perang AS melawan Iran.
Sementara itu, USS Abraham Lincoln bertolak dari California pada November 2025 untuk bertugas di Laut China Selatan, namun kemudian dialihkan rutenya ke Timur Tengah sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Presiden AS Donald Trump menepis kekhawatiran mengenai kondisi kehidupan dan kesehatan mental personel militer di kapal induk Abraham Lincoln. Trump mengatakan bahwa kapal tersebut akan segera digantikan. Dilansir AFP pada Sabtu (15/8), saat ditanya oleh wartawan apakah keluarga para personel merasa khawatir dengan situasi di kapal induk Abraham Lincoln, Trump menjawab, "Tidak, mereka tidak khawatir."
Trump juga menolak anggapan bahwa kapal tersebut, yang kini telah berada di laut selama sembilan bulan, telah dikerahkan terlalu lama. "Tidak, tidak, tidak, justru belum cukup lama," ujarnya.
Trump membenarkan laporan bahwa Abraham Lincoln dijadwalkan untuk digantikan oleh kapal induk lain, di tengah kebuntuan antara AS dan Iran terkait kendali atas Selat Hormuz serta program nuklir negara tersebut. "Kapal itu sedang bergerak sekarang atau akan segera bergerak, dan akan digantikan oleh kapal lain yang sangat mirip," kata Trump.
Media AS, termasuk publikasi khusus militer, telah mengutip pernyataan sejumlah kerabat awak kapal yang menyebutkan bahwa kondisi kehidupan di Abraham Lincoln telah memburuk. Terdapat pula laporan mengenai beberapa upaya bunuh diri. Para politisi dari Partai Demokrat mendesak dilakukannya penyelidikan atas situasi tersebut.