Bulog Pastikan Stok Beras Aman Meski Ekspor ke Malaysia dan El Nino

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Bulog Pastikan Stok Beras Aman Meski Ekspor ke Malaysia dan El Nino

Perum Bulog menegaskan bahwa ancaman El Nino dan rencana ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pasokan beras dalam negeri. Stok beras yang dimiliki Bulog saat ini mencapai 5,26 juta ton, jumlah yang dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Ia mengungkapkan, Bulog telah memperhitungkan ketersediaan stok jika ekspor beras ke Malaysia terealisasi, bahkan hingga 200 ribu ton.

"Seiring dengan arahan dari Pak Menteri Pertanian tetap memprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Namun, kita sudah menghitung dengan potensi kalau hanya 1.000 (ton) pendahuluan ini bahkan sampai dengan 200 ribu, stok kita masih banyak," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/8/2026) malam.

Sebagai informasi, Bulog telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Malaysia untuk pelaksanaan ekspor beras. Sebagai tahap awal, Indonesia akan mengekspor 1.000 ton beras ke Malaysia. Untuk wilayah Sarawak, terdapat potensi permintaan hingga sekitar 200 ribu ton.

Selain itu, berdasarkan komunikasi Menteri Pertanian Indonesia dengan Menteri Pertanian Malaysia, terdapat potensi ekspor yang jauh lebih besar ke wilayah Semenanjung Malaysia, yakni sekitar 1,5 juta hingga 1,7 juta ton.

"Untuk nilai, sesuai dengan kesepakatan MoU harga berasnya per kilogramnya dihitung Rp17.000 sehingga kalau 1.000 ton lebih kurang sekitar Rp17 miliar untuk pendahuluan," kata Rizal.

Pengiriman perdana akan dilakukan melalui dua jalur. Sebanyak lima kontainer akan diberangkatkan melalui Entikong, sementara sekitar 950 ton sisanya direncanakan dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Kuching.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags