Amien Rais: Indonesia Sudah Merdeka, tetapi Belum Berdaulat

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Amien Rais: Indonesia Sudah Merdeka, tetapi Belum Berdaulat

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan kritik tajam dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Ia menilai kemerdekaan yang telah berlangsung lebih dari delapan dekade belum otomatis menjadikan bangsa ini benar-benar berdaulat.

Menurut Amien, persoalan utama saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan kemerdekaan secara formal, melainkan memastikan kedaulatan benar-benar berada di tangan rakyat. Ia menilai kekuasaan politik dan ekonomi justru banyak dipengaruhi kelompok oligarki serta mafia.

“Bahwa kita ini sudah merdeka 81 tahun, tapi kita tetap belum berdaulat ya. Are you free? Yes, we are already free. But are you sovereign? Apa kamu berdaulat? Jawabannya not yet. Belum,” kata Amien, dikutip dari Amien Rais Official, Sabtu (15/8/2026).

Ia kemudian menyampaikan kritik yang lebih jauh mengenai sumber kedaulatan dalam praktik pemerintahan di Indonesia. Menurutnya, kedaulatan saat ini hanya dirasakan oleh oligarki dan mafia yang mengendalikan sumber daya alam dari Indonesia.

“Mengapa? Karena yang sesungguhnya berdaulat di negara kita itu bukan pemerintah yang sah yang dipilih oleh rakyat lewat pilpres, tetapi yang punya kedaulatan itu adalah kaum oligarch, kaum mafia,” ujarnya.

Amien menilai pengaruh oligarki dan mafia tidak berhenti pada sektor politik. Menurut dia, kelompok tersebut telah memiliki pengaruh luas terhadap berbagai bidang kehidupan nasional.

Ia bahkan menggambarkan hubungan antara kelompok tersebut dengan presiden seperti seseorang yang memegang tengkuk orang lain sehingga dapat mengarahkannya sesuai kepentingan tertentu.

“Sesungguhnya mereka [mafia] itu memegang cengelnya [tengkuk] penguasa ya, untuk bisa diputar-putar sesuai dengan kemauan oligarki dan para mafia tadi,” tutur Amien.

Ia kemudian menyebut sejumlah sektor yang menurutnya tidak terlepas dari praktik mafia. Hal itu yang menurutnya membuat negara ini tak bisa dikatakan berdaulat sepenuhnya.

“Di Indonesia ini, tidak ada satu segi kehidupan nasional yang nggak dikuasai mafia. Ada mafia jagung, mafia beras, mafia gula, mafia cabe, juga mafia hukum. Segala kehidupan nasional itu ada mafianya,” katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pemerintah kesulitan menjalankan fungsi utamanya sebagai representasi rakyat. Amien menilai pemerintah seharusnya menjadi pihak yang memastikan kepentingan masyarakat berada di atas kepentingan kelompok tertentu.

Pesan politik yang disampaikan politikus senior itu jelas: 81 tahun merdeka belum cukup jika rakyat belum merasakan dirinya sebagai pemegang kedaulatan yang sesungguhnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.