Festival Bazar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) 2026 resmi berakhir. Acara yang berlangsung selama tiga hari di Plaza Gedung A Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada 12-14 Agustus 2026 itu tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan layanan publik.
Sejak hari pertama, festival yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia ini langsung mencuri perhatian. Pembukaan ditandai dengan pemberian santunan kepada anak yatim, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lain yang menyasar kebutuhan keluarga besar Kemendagri.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Sri Purwaningsih, mengapresiasi antusiasme semua pihak yang terlibat. Menurutnya, festival ini membuktikan bahwa kegiatan bazar bisa berdampak lebih luas.
"Bazar ini tidak hanya melakukan penayangan booth-booth ini, tetapi dari sejak hari pertama ketika pembukaan, Ibu Penasihat yang diwakili oleh Ibu Yane Bima Arya memberikan arahan pembukaan dan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim, artinya bantuan sosial dilakukan," ujarnya saat menutup acara, Sabtu (15/8/2026).
Hari kedua menghadirkan sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran oleh Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. Peserta diajak mempraktikkan penggunaan fire blanket sebagai langkah antisipasi dini, baik di lingkungan kerja maupun rumah tangga.
"Kami sangat memahami situasi saat ini, begitu banyak terjadi kebakaran-kebakaran, dan itu perlu langkah antisipasi dan penanggulangan, supaya tidak terjadi di kantor kita maupun di keluarga kita, di rumah tangga kita," jelas Sri.
Memasuki hari ketiga, fokus kegiatan beralih pada kesiapsiagaan bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan edukasi mitigasi bencana, mengingat Indonesia berada di kawasan cincin api (ring of fire) yang rawan gempa dan erupsi.
"Kita sama-sama tahu bahwa Republik Indonesia ini adalah ring of fire, jadi harus siap-siap kita manakala terjadi bencana, maka Bapak Dirjen selaku pembina urusan kebencanaan, kita juga datangkan ahli-ahli yang bisa berbicara di hadapan kita, memahamkan bagaimana kalau ada bencana," katanya.
Rangkaian kegiatan tersebut, menurut Sri, menunjukkan bahwa Festival Bazar Kemendagri bukan sekadar ruang bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk, melainkan juga wadah berbagi, memberikan layanan, serta meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap isu-isu keseharian.
Di akhir acara, Sri menyampaikan terima kasih kepada panitia, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ditjen Bina Adwil, dan seluruh jajaran DWP Kemendagri atas dukungannya. Ia berharap semangat kebersamaan dan manfaat festival ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang.
"Mudah-mudahan Festival Bazar ini bermanfaat untuk kita semuanya. Kemeriahan, kenyamanan yang kita lakukan di 2026 ini mudah-mudahan bisa terulang lagi di 2027 yang akan datang," tandasnya.