IHSG Terkoreksi, Empat Saham Ini Masuk Radar Rekomendasi

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:00 WIB
IHSG Terkoreksi, Empat Saham Ini Masuk Radar Rekomendasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 97,49 poin atau 1,53 persen ke level 6.267,88 pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Pelemahan ini terjadi di tengah dominasi tekanan jual menjelang hasil review MSCI, serta kekhawatiran pasar terhadap inflasi Amerika Serikat dan arah kebijakan moneter domestik yang belum pasti.

Sepanjang hari, IHSG bergerak dalam rentang 6.230,09 hingga 6.388,58. Total volume transaksi tercatat 35,3 miliar saham dengan nilai Rp14,5 triliun dan frekuensi 2.194.645 kali. Sebanyak 141 saham menguat, 542 saham melemah, dan 108 saham stagnan, menunjukkan sentimen negatif yang mendominasi.

Mayoritas sektor ditutup di zona merah. Sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang menguat tipis 0,19 persen, sementara sektor industri mencatat koreksi terdalam sebesar 3,49 persen. Disusul sektor consumer cyclicals yang turun 2,68 persen dan teknologi 2,57 persen. Sektor energi melemah 1,78 persen, basic materials 1,79 persen, properti 1,89 persen, keuangan 1,01 persen, infrastruktur 1,22 persen, dan transportasi 0,60 persen.

Pelaku pasar masih menantikan hasil tinjauan MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Ada harapan agar pembekuan saham Indonesia bisa dicabut. Di sisi lain, pasar merespons positif pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Namun, volatilitas global tetap tinggi seiring harga minyak yang bertahan di kisaran US$82-US$88 dan tensi geopolitik Timur Tengah yang belum mereda.

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas melihat dua skenario untuk pergerakan IHSG. Dalam skenario terbaik, indeks diperkirakan berada di bagian wave v dari wave (c) dari wave [iv] dan berpeluang menguat ke area 6.440-6.544. Namun, dalam skenario terburuk, IHSG rawan terkoreksi lagi ke rentang 5.890-6.192, dengan support di 6.201 dan 6.029 serta resistance di 6.454 dan 6.599.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas mengambil sikap lebih hati-hati. Mereka menilai IHSG berpotensi melemah terbatas dengan rentang support-resistance 6.130-6.320, dan menekankan area 6.060 sebagai batas penting agar tren penguatan jangka pendek tidak rusak.

Rekomendasi Saham

MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham untuk dipantau pada perdagangan Rabu (12/8/2026), yaitu AMRT, EMAS, HRUM, dan ICBP. Selain itu, Pilarmas menyarankan untuk mencermati AMRT, ARKO, dan MEDC, sementara BNI Sekuritas merekomendasikan INDF, JPFA, ULTJ, AMMN, ELSA, dan ADRO.

Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ditutup naik 0,72 persen ke 1.395, meski masih dibayangi tekanan jual. Menurut MNC Sekuritas, AMRT masih mampu bertahan di atas cluster MA20 dan MA60 harian, sehingga posisinya diperkirakan berada pada bagian wave [y] dari wave B. Area buy on weakness berada di kisaran 1.265-1.315, dengan target harga 1.440 dan 1.590, serta stop loss di bawah 1.220.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 0,33 persen ke 7.650, tetapi kenaikan tersebut diiringi tekanan jual. Selama masih bertahan di atas 7.375 sebagai area pengaman, MNC Sekuritas memperkirakan EMAS berada di bagian wave 5 dari wave (3), sehingga peluang lanjutan tren naik masih terbuka. Area trading buy berada di 7.475-7.600, dengan target harga 7.875 dan 8.175, serta stop loss di bawah 7.375.

Saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) terkoreksi 2,35 persen ke 830 dan menembus MA20, mencerminkan tekanan jual yang masih aktif. Meski demikian, MNC Sekuritas menilai posisi HRUM sedang berada di bagian wave [ii] dari wave C, sehingga peluang rebound masih bisa dipantau di area bawah. Area buy on weakness berada di 770-800, dengan target harga 910 dan 970, serta stop loss di bawah 755.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah 0,33 persen ke 7.575 dengan volume yang mengecil, menandakan tekanan jual mulai terbatas. MNC Sekuritas menempatkan ICBP pada bagian wave [iv] dari wave C, sehingga saham ini dinilai menarik dipantau saat mendekati area akumulasi. Area buy on weakness berada di 7.225-7.450, dengan target harga 7.800 dan 8.200, serta stop loss di bawah 7.125.

Rekomendasi saham hari ini menjadi panduan pantauan aktif di tengah risiko profit taking dan volatilitas yang masih tinggi menjelang hasil review MSCI. Investor tetap perlu disiplin menunggu area beli yang ideal dan menjaga batas risiko pada tiap posisi.

Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags