IHSG Rebound Jelang Pengumuman MSCI, Saham Grup Prajogo dan Bakrie Menguat

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:20 WIB
IHSG Rebound Jelang Pengumuman MSCI, Saham Grup Prajogo dan Bakrie Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Rabu (12/8/2026) setelah sempat terkoreksi dua hari beruntun. Penguatan ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap hasil MSCI Index Review Agustus 2026 yang dijadwalkan rilis Kamis (13/8) pagi.

Pada pukul 09.34 WIB, IHSG naik 0,85 persen ke level 6.321. Nilai transaksi tercatat Rp2,87 triliun dengan volume perdagangan 7,47 miliar saham. Sebanyak 420 saham menguat, 148 saham melemah, dan 395 saham stagnan.

Penguatan ini membawa IHSG bangkit setelah pada Selasa (11/8) terkoreksi tajam 1,53 persen. Menjelang pengumuman MSCI, sejumlah saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha Barito milik taipan Prajogo Pangestu dan kelompok Bakrie mencatat kenaikan.

Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi salah satu penguat terbesar, melesat 6,49 persen ke Rp5.250 per unit. Dalam sepekan, saham PTRO telah menguat 10,53 persen. Adapun saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 6,25 persen ke Rp765, dengan penguatan sepekan mencapai 13,33 persen.

Penguatan CUAN terjadi setelah Prajogo Pangestu menambah kepemilikannya sebanyak 51,7 juta saham pada 11 Agustus 2026 melalui transaksi pembelian tidak langsung untuk tujuan investasi pribadi. Dengan penambahan tersebut, kepemilikannya meningkat menjadi 90,40 miliar saham atau setara 80,42 persen hak suara, dari sebelumnya 90,35 miliar saham atau 80,37 persen.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga menguat 3,93 persen ke Rp3.440 per unit, sedangkan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 3,70 persen ke Rp700. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 3,57 persen ke Rp1.885.

Saham BRPT menjadi sorotan menjelang review MSCI. Maybank Sekuritas memperkirakan emiten milik Prajogo Pangestu tersebut tetap bertahan dalam MSCI Global Standard. Jika terealisasi, kondisi itu berpotensi menjadi katalis positif bagi saham BRPT.

Di kelompok Bakrie, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) naik 3,03 persen ke Rp102 per unit. Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat 4,37 persen ke Rp1.315. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 1,69 persen ke Rp181, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 1,67 persen ke Rp610, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 2,71 persen ke Rp454.

Selain itu, saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) milik Happy Hapsoro naik 2,76 persen ke Rp745, sedangkan emiten Haji Isam PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menguat 2,74 persen ke Rp1.125. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Sinar Mas naik 2,65 persen ke Rp970 dan telah menguat 12,14 persen dalam sepekan.

Saham Bakrie lainnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), naik 2,52 persen ke Rp815. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo juga turut menguat 2,42 persen ke Rp2.120.

Menanti Risiko Perubahan Konstituen

Potensi perubahan konstituen tetap menjadi perhatian. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berisiko turun kelas ke MSCI Small Cap, sedangkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berpotensi mengalami full deletion dari MSCI Global Standard.

Risiko GOTO terutama berkaitan dengan likuiditas perdagangan yang semakin terbatas serta harga saham yang telah berada di level Rp50, yang merupakan batas bawah harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT MD Entertainment Tbk (FILM) juga menghadapi risiko terdepak dari Small Cap Index seiring isu terkait HSC.

Di sisi lain, pandangan Maybank Sekuritas cenderung lebih positif terhadap hasil quarterly review kali ini. Berdasarkan observasi tim Investment Specialist, Maybank memperkirakan tidak akan ada kejutan negatif dari MSCI terkait konstituen saham Indonesia.

Maybank juga memperkirakan tidak terjadi pengurangan bobot pada saham-saham berkapitalisasi besar. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi sentimen positif bagi saham blue chip, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Astra International Tbk (ASII).

“Ekspektasi pengurangan bobot pada saham-saham dengan market cap besar diharapkan tidak terjadi,” tulis Maybank, Senin (10/8).

Namun, seperti BRI Danareksa, Maybank melihat GOTO sebagai kandidat yang lebih berisiko keluar dari MSCI Global Standard. Proyeksi tersebut mengacu pada langkah yang diterapkan FTSE Russell dalam review sebelumnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags