Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang, meningkat sekitar 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Angka ini dirilis dalam laporan ketenagakerjaan terbaru yang dipublikasikan pada Rabu (5/8).
Pertumbuhan lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor akomodasi dan makan minum, dengan tambahan sekitar 195 ribu orang. Disusul sektor transportasi dan pergudangan yang menyerap 121 ribu orang, serta jasa lainnya sebanyak 110 ribu orang.
"Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ketiga lapangan usaha tersebut yang kuat pada triwulan 2-2026," ujar Ketua BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/8).
Dalam rilis pertumbuhan ekonomi triwulan 2-2026 yang dirilis BPS pada waktu yang sama, ketiga sektor tersebut tumbuh di atas angka nasional. Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 10,60 persen, transportasi dan pergudangan 5,65 persen, serta jasa lainnya 6,36 persen.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,65 persen. Dari total angkatan kerja sebanyak 155,41 juta orang, masih ada 7,22 juta pengangguran. Namun secara absolut, jumlah pengangguran berkurang 24 ribu orang selama periode Februari hingga Mei 2026.
Artikel Terkait
Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen: Sinyal Positif di Tengah Tantangan
BPS dan India Perkuat Kerja Sama Statistik, Termasuk Pemanfaatan AI
Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, Menkeu: Belum Cukup Kuat
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026, Tertinggi dalam Lima Tahun