BPS dan India Perkuat Kerja Sama Statistik, Termasuk Pemanfaatan AI

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:42 WIB
BPS dan India Perkuat Kerja Sama Statistik, Termasuk Pemanfaatan AI

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menghadiri pertemuan para pimpinan kantor statistik nasional negara-negara BRICS di Lucknow, India. Forum ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks dan meningkatnya kebutuhan akan statistik resmi yang berkualitas, tepercaya, tepat waktu, dan relevan bagi perumusan kebijakan.

Di sela-sela pertemuan, Amalia mengadakan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Statistik dan Implementasi Program (MoSPI) India, Saurabh Garg. Keduanya sepakat memperkuat kerja sama antara lembaga statistik kedua negara sebagai dua negara besar yang berpengaruh di kawasan Asia. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) yang mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran metodologi dan praktik baik, transformasi digital statistik, penyelenggaraan pelatihan bersama, serta berbagai bentuk kolaborasi teknis lainnya.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat hubungan bilateral setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada awal Juli. Secara spesifik, BPS dan MoSPI berencana untuk bekerja sama dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk diseminasi statistik dan pengembangan digitalisasi proses bisnis statistik.

BPS memiliki platform digital bernama FASIH untuk pengumpulan dan pengecekan kualitas data, sementara MoSPI memiliki platform serupa bernama e-SIGMA. Kedua lembaga akan saling bertukar pengalaman untuk memodernisasi platform tersebut.

Partisipasi aktif Kepala BPS dalam pertemuan ini menegaskan peran Indonesia dalam komunitas statistik internasional. Melalui kerja sama yang semakin erat dengan negara-negara BRICS, BPS terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan statistik global sekaligus memperkuat kapasitas nasional untuk menyediakan data yang berkualitas, bermakna, dan berdampak bagi pembangunan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags