Angka Harapan Hidup Naik, tapi Kualitas Hidup Sehat Masih Tertinggal

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:48 WIB
Angka Harapan Hidup Naik, tapi Kualitas Hidup Sehat Masih Tertinggal

Masyarakat Indonesia kini hidup lebih lama, namun kualitas hidup sehat belum sepenuhnya mengikuti. Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Iwan Ariawan, mengungkapkan bahwa meskipun angka harapan hidup mencapai sekitar 74,5 tahun, angka harapan hidup sehat (Healthy Adjusted Life Expectancy/HALI) baru berada di kisaran 65 tahun. Artinya, rata-rata penduduk Indonesia masih menjalani sekitar sembilan tahun dalam kondisi tidak sehat.

“Kita ingin mencapai harapan hidup yang lebih tinggi. Tapi sebetulnya yang kita ingin capai bukan supaya penduduk Indonesia hidup lebih lama, tetapi hidup lebih lama dalam kondisi yang sehat, yang berkualitas,” kata Iwan dalam media briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/8).

Iwan menjelaskan, kesenjangan antara harapan hidup dan harapan hidup sehat ini menjadi perhatian serius. “Berarti ada gap. Ada sembilan tahun yang dilalui saat ini, rata-rata orang Indonesia itu dalam keadaan tidak sehat. Ini gap yang kita mau kurangi,” jelasnya.

Menurut Iwan, peningkatan angka harapan hidup sehat tidak hanya dilakukan dengan menurunkan angka kematian, tetapi juga mencegah masyarakat jatuh sakit serta mengendalikan penyakit agar tidak menimbulkan kecacatan. “Kalau sakit, bagaimana supaya sakitnya sembuh, jangan terjadi kecacatan. Maksudnya kalau sudah hipertensi ya diobati, supaya jangan jadi sakit jantung, jangan jadi stroke,” ungkap dia.

Karena itu, Iwan menegaskan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukan sekadar pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui penyakit, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Jadi cek kesehatan gratis ini bukan sekadar screening supaya kita tahu kita sakit apa, pemeriksaan lab gratis, bukan itu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk Indonesia,” pungkas Iwan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags