Video yang memperlihatkan sejumlah warga di Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengangkut jenazah menggunakan sepeda motor viral di media sosial pada Senin (3/8). Jenazah tersebut diketahui bernama Haetami, seorang anak berusia 8 tahun yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit akibat patah tulang tangan.
Mugni, salah seorang warga setempat, menuturkan bahwa korban meninggal dunia saat dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor. Kondisi jalan yang rusak dan birokrasi yang dianggap berbelit menjadi alasan keluarga enggan meminjam ambulans dari pemerintah desa.
"Patah tulang, setelah berobat langsung pulang. Di perjalanan meninggal di atas motor. Pihak keluarga tidak konfirmasi ke desa mau menggunakan ambulans. Alasannya logis, keluarga enggak konfirmasi karena kalau konfirmasi, ribet," kata Mugni, Selasa (4/8).
"Berdasarkan informasi, sebelumnya tidak gerak cepat, sedangkan pihak keluarga pengin cepat, makanya menggunakan motor," imbuhnya.
Mugni juga menyebutkan bahwa akses jalan menuju Desa Pasirlancar memang sulit dilalui kendaraan roda empat. "Jalan juga rusak, sudah puluhan tahun," ujarnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta pemerintah desa lebih proaktif dalam merespons kebutuhan warga, terutama soal ambulans. "Kalau kita sebagai warga Pasirlancar beberapa kesempatan banyak warga yang sakit, kadang-kadang ambulans susah digunakan," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Pasirlancar, Herman, tidak menampik peristiwa tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui adanya warga yang sakit karena tidak ada permohonan peminjaman ambulans. "Tidak mengajukan permohonan peminjaman ambulans. Pihak keluarga katanya lebih memilih membawa jenazah menggunakan sepeda motor," ungkapnya.
Artikel Terkait
Jenazah Anak Dibawa Pakai Motor di Pandeglang, Pemerintah Desa Sebut Tak Ada Permintaan Ambulans
Jarak ke RS Capai 200 Km, Anggota DPRD Hibahkan Ambulans Pribadi untuk Warga Pesisir Selatan