Wuling Aira EV Diproduksi di Cikarang, TKDN Tembus 42,5 Persen

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:32 WIB
Wuling Aira EV Diproduksi di Cikarang, TKDN Tembus 42,5 Persen

PT SGMW Motor Indonesia resmi memproduksi Wuling Aira EV di fasilitas pabriknya di Cikarang, Jawa Barat. Mobil listrik kompak ini telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, tepatnya 42,5 persen.

Direktur Pemasaran Wuling Motors, Ricky Christian, mengungkapkan bahwa baterai Aira EV sudah dirakit secara lokal di Cikarang. Namun, komponen utamanya masih didatangkan dari kantor pusat SGMW di China. "Baterainya sudah dirakit lokal di Cikarang, tetapi untuk komponen utamanya masih dari headquarter kami dari SGMW," ujarnya saat ditemui di ICE BSD, Tangerang.

Menurut Ricky, nilai TKDN yang tinggi ini tidak lepas dari dukungan pemasok komponen lokal. Hal itu juga menjadi salah satu faktor yang membuat harga Aira EV cukup terjangkau. "TKDN-nya sudah lebih dari 40 persen, angka spesifiknya 42,5 persen. Dan ini akan terus bertambah juga, karena kami akan mengikuti road map dari Kementerian Perindustrian agar bisa terus bertambah setiap tahunnya," imbuhnya.

Menghadapi rencana pemerintah yang mewajibkan TKDN di atas 60 persen, Ricky menyatakan kesiapan perusahaannya untuk memenuhi regulasi tersebut. Sementara itu, mengenai potensi ekspor Aira EV, ia mengatakan bahwa pihaknya akan fokus pada pasar domestik terlebih dahulu.

Wuling Aira EV varian Long Range dibekali baterai berkapasitas 25,2 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 301 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan metode CLTC. Mobil ini juga sudah dilengkapi fitur DC Fast Charging dengan colokan tipe CCS2.

Sebagai mobil listrik empat pintu, Aira EV menawarkan kabin yang lega untuk empat penumpang dewasa. Dari sisi keselamatan, tersedia dual SRS airbags, ABS EBD, stability control, rear camera, parking sensor, dan electronic park brake (EPB).

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags