Stjepan Loncar Jadi Pemain Asing Termahal di Super League, Nilai Pasar Capai Rp20,86 Miliar

- Rabu, 29 Juli 2026 | 15:31 WIB
Stjepan Loncar Jadi Pemain Asing Termahal di Super League, Nilai Pasar Capai Rp20,86 Miliar

Persija Jakarta diam-diam menyimpan senjata mahal. Gelandang asal Bosnia dan Herzegovina, Stjepan Loncar, kini tercatat sebagai pemain asing dengan nilai pasar tertinggi di Super League 2026/2027. Nilainya mencapai Rp20,86 miliar, melampaui bintang Persib Bandung, Thom Haye (Rp15,64 miliar) dan Mariano Peralta (Rp13,04 miliar).

Loncar, 29 tahun, direkrut dari klub Kroasia NK Istra pada 19 Juli 2026. Persija kabarnya harus merogoh kocek 300 ribu euro atau sekitar Rp6,1 miliar untuk memboyongnya. Sebelumnya, tawaran awal 200 ribu euro sempat diajukan.

Pengalaman Loncar sebagai mantan pemain timnas Bosnia menjadi alasan kehadirannya dinantikan. Kini publik menanti apakah ia mampu membayar ekspektasi tinggi dan menjadi pembeda bagi Macan Kemayoran musim ini.

Agresif di Bursa Transfer

Keseriusan Persija membangun kekuatan baru terlihat dari aktivitas transfer. Pada 22 Juli 2026, klub ibu kota itu sukses mengamankan tanda tangan Nadeo Argawinata melalui skema transfer permanen. Untuk mendapatkan kiper timnas Indonesia tersebut, Persija harus melepas dua pemain dan menyertakan dana transfer ke Borneo FC.

Langkah agresif ini menjadi bukti Persija tidak ingin sekadar bersaing di papan atas. Manajemen memasang target tinggi untuk mengakhiri penantian panjang gelar liga. Terakhir kali Persija mengangkat trofi kompetisi kasta tertinggi Indonesia saat masih ditangani Stefano Cugurra. Sejak itu, perjalanan mereka lebih sering berakhir di posisi lima besar.

Di sisi lain, Persib Bandung tampil dominan dengan tiga gelar juara liga beruntun. Kondisi itu membuat Persija semakin terdorong membangun skuad kompetitif demi mematahkan dominasi rivalnya pada Super League 2026/2027.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags