IHSG Ditutup Melemah 0,49% ke 6.100, 494 Saham Tertekan

- Rabu, 29 Juli 2026 | 16:40 WIB
IHSG Ditutup Melemah 0,49% ke 6.100, 494 Saham Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada penutupan perdagangan Rabu (29/7/2026). Indeks ditutup turun 0,49 persen ke level 6.100 setelah sempat menyentuh posisi tertinggi 6.174 di awal sesi.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di zona hijau pada level 6.141. Namun, indeks bergerak fluktuatif dan sempat jatuh ke level terendah 6.029 sebelum akhirnya mengakhiri perdagangan di zona merah. Aktivitas transaksi tercatat cukup tinggi dengan volume perdagangan mencapai 37,7 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp22,23 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1,9 juta kali transaksi.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 186 saham menguat, sedangkan 494 saham melemah dan 285 saham lainnya stagnan.

Top Gainers dan Top Losers

Di jajaran top gainers, Magna Investama Mandiri (MGNA) memimpin penguatan setelah sahamnya melonjak 34,44 persen. Disusul Ciptadana Asset Management (XCLQ) yang naik 33,93 persen dan Dwi Guna Laksana (DWGL) yang menguat 21,68 persen.

Sebaliknya, Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) menjadi saham dengan penurunan terbesar setelah terkoreksi 14,94 persen. Maha Properti Indonesia (MPRO) menyusul dengan pelemahan 14,87 persen, sedangkan M Cash Integrasi (MCAS) turun 14,81 persen.

Tekanan di Berbagai Sektor

Tekanan IHSG juga terlihat dari mayoritas sektor yang berakhir di zona merah. Sektor properti mencatat penurunan paling dalam, yakni 2,75 persen, disusul sektor industri yang turun 2,67 persen. Sektor transportasi melemah 1,77 persen, sektor infrastruktur turun 1,48 persen, sektor energi terkoreksi 1,26 persen, dan sektor siklikal turun 1,16 persen. Sektor keuangan juga melemah 0,45 persen, sedangkan sektor bahan baku turun 0,32 persen.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah sektor masih mampu menguat. Sektor non-siklikal naik 0,11 persen, sektor teknologi menguat 0,18 persen, dan sektor kesehatan naik 0,08 persen.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags