Saham CXMT Meroket 460 Persen Usai IPO, Produsen Chip China Tembus Kapitalisasi Rp8.700 Triliun

- Senin, 27 Juli 2026 | 16:00 WIB
Saham CXMT Meroket 460 Persen Usai IPO, Produsen Chip China Tembus Kapitalisasi Rp8.700 Triliun

Saham CXMT, produsen chip memori terbesar di China, melesat sekitar 460 persen pada hari pertama perdagangan di Bursa Shanghai, Senin (27/7/2026). Lonjakan ini menjadikannya perusahaan paling bernilai di bursa China daratan dengan kapitalisasi pasar mencapai 3,3 triliun yuan, atau setara Rp8.700 triliun.

Pencapaian itu menandai salah satu penawaran saham perdana (IPO) terbesar di China daratan. Meski demikian, valuasi CXMT masih kalah dari pesaingnya asal Korea Selatan dan Amerika Serikat, seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology.

CXMT termasuk di antara produsen chip yang diuntungkan oleh booming kecerdasan buatan (AI). Lonjakan permintaan akan memori untuk server AI, mobil, dan elektronik konsumen seperti ponsel pintar dan PC turut mendongkrak kinerja perusahaan.

Didirikan pada 2016 di kawasan Hefei, CXMT kini menjadi salah satu produsen chip memori DRAM (dynamic random access) terbesar di dunia. DRAM adalah jenis semikonduktor yang digunakan di berbagai perangkat, mulai dari pusat data AI hingga gadget sehari-hari.

Pendapatan perusahaan pada kuartal pertama 2026 mencapai 50,8 miliar yuan, melonjak lebih dari 700 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan penggunaan AI telah memicu kekurangan chip memori global, yang pada gilirannya mendorong kenaikan harga sejumlah komputer dan ponsel pintar.

Menurut Counterpoint Research, CXMT merupakan produsen DRAM terbesar keempat di dunia pada 2025 berdasarkan volume pengiriman, dengan pangsa pasar sekitar delapan persen. Samsung Electronics memimpin dengan 36 persen, disusul SK Hynix 29 persen, dan Micron sekitar 24 persen.

Pada tiga bulan pertama 2026, pangsa pasar CXMT naik menjadi sekitar sembilan persen. Counterpoint Research memperkirakan pangsa tersebut bisa mencapai 11 persen pada 2028. Namun, perusahaan riset itu menilai CXMT kemungkinan perlu menguasai setidaknya 15 persen pangsa pasar global agar kompetitif dalam jangka panjang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags