Indonesia dan Aljazair Teken MoU Pengembangan Pencak Silat sebagai Diplomasi Budaya

- Jumat, 24 Juli 2026 | 03:35 WIB
Indonesia dan Aljazair Teken MoU Pengembangan Pencak Silat sebagai Diplomasi Budaya

Pemerintah Indonesia dan Aljazair resmi menandatangani nota kesepahaman pengembangan pencak silat di Aljazair. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di negara Afrika Utara tersebut.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh PT Pertamina Algeria Eksplorasi dan Produksi (PAEP) dan Comité National de Pencak Silat Algeria (CNPSA), difasilitasi oleh KBRI Alger. Perjanjian ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan PAEP untuk mendukung pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.

"Pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Di dalamnya terkandung nilai-nilai disiplin, saling menghormati, sportivitas, dan persaudaraan. Saya berharap kerja sama ini dapat melahirkan generasi muda Aljazair yang tidak hanya berprestasi dalam olahraga, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan yang semakin erat antara Indonesia dan Aljazair," kata Duta Besar RI untuk Aljazair, Yusron Bahauddin Ambary, dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Yusron menyampaikan apresiasi atas upaya berbagai pihak dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Aljazair. Ia menegaskan KBRI Alger berkomitmen mendukung implementasi kerja sama dan mendorong kolaborasi agar program yang telah disepakati berjalan berkelanjutan.

"KBRI Alger siap mendampingi implementasi kerja sama ini. Kami berharap kemitraan antara PAEP dan CNPSA dapat menjadi contoh sinergi yang baik antara dunia usaha, organisasi olahraga, dan pemerintah dalam memperkuat hubungan people-to-people serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Aljazair," jelasnya.

Melalui kerja sama ini, akan dikembangkan berbagai program pembinaan pencak silat, khususnya bagi anak-anak dan remaja di Aljazair. Selain mencetak atlet muda, program ini diharapkan menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

CNPSA telah berkembang menjadi organisasi pencak silat terbesar di Aljazair dengan lebih dari 3.000 anggota yang tersebar di 13 wilayah. Kolaborasi ini diharapkan semakin meningkatkan perkembangan pencak silat dan menjangkau lebih banyak generasi muda.

Penandatanganan MoU turut dihadiri oleh Country Manager PAEP Jon Erwin, Manager Relations PAEP Dhaneswari Retnowardhani, Presiden Federasi Seni Bela Diri Aljazair Ghanem Youcef, Ketua CNPSA Lahcene Sekfane, serta 50 atlet junior pencak silat Aljazair. Kolaborasi ini menjadi sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi olahraga dalam memanfaatkan olahraga sebagai instrumen diplomasi budaya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags