23 Juli dalam Sejarah: Megawati Dilantik Jadi Presiden hingga Lahirnya PKB

- Kamis, 23 Juli 2026 | 06:40 WIB
23 Juli dalam Sejarah: Megawati Dilantik Jadi Presiden hingga Lahirnya PKB

Tanggal 23 Juli mencatat sejumlah peristiwa penting, mulai dari pelantikan presiden perempuan pertama Indonesia hingga berdirinya partai politik dan penemuan komet legendaris. Salah satu yang paling bersejarah adalah dilantiknya Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden ke-5 RI pada 23 Juli 2001.

Megawati, yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden mendampingi Abdurrahman Wahid (Gus Dur), naik ke kursi presiden setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar Sidang Istimewa pada 2001. Sidang itu digelar sebagai respons atas langkah Gus Dur yang membekukan MPR/DPR dan Partai Golkar. Megawati tercatat sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia dan menjabat hingga 20 Oktober 2004.

Pada tanggal yang sama, 23 Juli 1973, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dideklarasikan. Organisasi kepemudaan ini lahir dari gabungan berbagai kelompok pemuda, termasuk kelompok Cipayung, unsur binaan Golkar, dan kalangan militer. David Napitupulu menjadi salah satu tokoh yang memimpin deklarasi. Tujuan KNPI adalah menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pada awal berdirinya, KNPI mendapat dukungan dari pemerintah Orde Baru, dan sejumlah kadernya kemudian aktif dalam dinamika politik nasional.

Dunia astronomi juga mencatat 23 Juli 1995 sebagai hari ditemukannya Komet Hale-Bopp oleh Alan Hale dan Thomas Bopp. Komet yang berada pada jarak sangat jauh dari Matahari itu menjadi salah satu komet paling terang pada abad ke-20. Hale-Bopp dapat diamati dengan mata telanjang selama sekitar 18 bulan, menjadikannya salah satu komet dengan masa pengamatan terlama dalam sejarah modern.

Di ranah politik, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) didirikan di Jakarta pada 23 Juli 1998, bertepatan dengan 29 Rabiul Awal 1419 Hijriah. Partai ini dideklarasikan oleh sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU), seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Ilyas Ruchiyat, KH Munasir Ali, KH A. Mustofa Bisri, dan KH A. Muchith Muzadi. Sejak berdiri, PKB menjadi salah satu partai politik yang berbasis pada aspirasi warga NU.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags