Sudaryono Prioritaskan Pembenahan Tata Kelola di Badan Gizi Nasional

- Rabu, 22 Juli 2026 | 20:35 WIB
Sudaryono Prioritaskan Pembenahan Tata Kelola di Badan Gizi Nasional

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa pembenahan tata kelola menjadi prioritas utamanya setelah resmi memimpin lembaga tersebut. Ia mengakui adanya sejumlah persoalan, mulai dari penyelewengan hingga ketidaktransparanan, yang harus segera dibenahi.

Hal itu disampaikan Sudaryono usai memimpin rapat perdana bersama jajaran BGN di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). Ia tidak ingin menutup mata terhadap masalah yang ada. Sebaliknya, seluruh jajaran diminta berani menghadapi dan menyelesaikan persoalan.

"Yang pertama, kita sadar, kita mengakui, dan kita semua juga tahu bahwa ada masalah dalam tata kelola kita. Bahwa ada penyelewengan, ada pelanggaran hukum bahkan, dan juga ada hal-hal yang lain, ketidaktransparanan yang selama ini ada," kata Sudaryono.

Ia menegaskan tidak akan lari dari masalah. "Kita harus run into the problem, kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh lari dari masalah," ujarnya.

Langkah utama yang akan ditempuh adalah membangun tata kelola berbasis sistem. Menurut Sudaryono, seluruh proses harus berjalan sesuai aturan, bukan berdasarkan arahan individu tertentu. "Yang tadinya gelap harus jadi terang, yang tadinya mungkin enggak transparan harus transparan. Yang tadinya mungkin manual, tergantung sama person-person, tidak boleh lagi tergantung sama person-person, harus bisa by system, trust in system," ujarnya.

Ke depan, setiap keputusan harus mengacu pada petunjuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (juknis), serta sistem yang dibangun secara kelembagaan. "Kalau tadinya mungkin semua sesuai arahan si ini, sesuai arahan si itu, enggak ada. Kita sesuai dengan juklak-juknis, aturan, dan sistem yang kita bangun. Kita mengarah ke sana," tegasnya.

Sudaryono menyadari pembenahan tidak bisa instan. Karena itu, ia membuka ruang bagi seluruh pihak, termasuk media, untuk memberikan masukan. "Saya mohon doa, mohon dukungan. Tentu saja ini tidak bisa overnight kemudian besok beres semua. Saya bersama tim siap mendengar masukan dari mana pun, termasuk dari awak media," imbuhnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags