Toyota Ungkap Peran Model Premium hingga Hybrid di Armada Taksi Nasional

- Rabu, 22 Juli 2026 | 06:36 WIB
Toyota Ungkap Peran Model Premium hingga Hybrid di Armada Taksi Nasional

Toyota menyebut berbagai modelnya telah lama menjadi andalan armada taksi di Indonesia, dari segmen reguler hingga premium. Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, mengatakan hal itu tak lepas dari kemampuan kendaraan Toyota memenuhi kebutuhan operasional operator. Bahkan, model premium seperti Toyota Alphard telah lama mengisi layanan Silverbird.

"Saat ini, cukup beragam model Toyota yang digunakan sebagai armada Bluebird maupun operator taksi lainnya. Bahkan, Toyota Alphard telah sejak lama menjadi bagian dari layanan premium Silverbird," ujar Bansar kepada kumparan, Kamis (16/7/2026).

Keberadaan Alphard di layanan premium disebut menjadi gambaran bahwa kendaraan Toyota mampu memenuhi standar yang dibutuhkan operator, baik dari sisi kenyamanan maupun efisiensi operasional. "Hal ini tentu positif karena menunjukkan bahwa kendaraan Toyota dinilai mampu memberikan kenyamanan, durabilitas, efisiensi, serta profitabilitas yang dibutuhkan sebagai armada taksi," tegasnya.

Kolaborasi Toyota dan Bluebird pun terus berkembang. Jika sebelumnya armada reguler mengandalkan Toyota Limo dan Toyota Transmover, kini kerja sama keduanya juga merambah layanan premium melalui penggunaan Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid. Sebanyak 300 unit kendaraan tersebut resmi dioperasikan sebagai armada Bluebird Prime, melengkapi jajaran Toyota di berbagai segmen layanan taksi.

Meski demikian, Toyota menilai persaingan di pasar armada taksi tetap terbuka. Setiap operator memiliki pertimbangan bisnis masing-masing dalam menentukan kendaraan yang akan digunakan. "Di sisi lain, kami juga melihat bahwa berbagai model dari merek lain turut digunakan sebagai armada taksi. Oleh karena itu, penggunaan suatu model kendaraan untuk kebutuhan tersebut pada dasarnya merupakan keputusan dan pertimbangan bisnis dari masing-masing operator," pungkas Bansar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags